AALI
8250
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1285
ACES
1325
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2470
ADHI
700
ADMF
7600
ADMG
232
ADRO
1325
AGAR
386
AGII
1805
AGRO
2660
AGRO-R
0
AGRS
234
AHAP
58
AIMS
424
AIMS-W
0
AISA
214
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
645
AKRA
3590
AKSI
410
ALDO
655
ALKA
224
ALMI
238
ALTO
336
Market Watch
Last updated : 2021/07/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
443.87
0.07%
+0.33
IHSG
6120.73
0.53%
+32.20
LQ45
832.75
0.25%
+2.05
HSI
26315.32
3.3%
+841.44
N225
27782.42
0.73%
+200.76
NYSE
16573.56
0.32%
+52.60
Kurs
HKD/IDR 1,860
USD/IDR 14,480
Emas
846,128 / gram

Satgas Covid-19 Sebut Warga Jakarta Susah Jaga Jarak, Wagub DKI: Kami Evaluasi

ECONOMICS
Bagja/Sindonews
Kamis, 22 Juli 2021 09:13 WIB
Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan, warga Ibu Kota paling susah menjaga jarak. Padahal, menjaga jarak merupakan salah satu protokol kesehatan yang penting.
Satgas Covid-19 Sebut Warga Jakarta Susah Jaga Jarak

IDXChannel - Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan, warga Ibu Kota paling susah untuk menjaga jarak. Padahal, menjaga jarak merupakan salah satu protokol kesehatan yang dapat mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) menanggapi temuan Satgas Covid-19 dengan menyebut pihaknya telah melakukan upaya seperti sosialisasi kepada masyarakat. 

"Sejak awal sudah disosialiaasikan, dikampanyekan, oleh pemerintah dengan berbagai cara dan sungguh-sungguh," ujar Ariza di DPRD DKI, Rabu (21/7/2021).

Riza mengklaim, ia melihat secara umum masyarakat Ibu Kota termasuk patuh dalam melaksanakan protokol kesehatan. Namun, jika hasil menotoring Satgas menunjukkan kotanya paling tidak taat menjaga jarak, hal ini akan dievaluasi.

"Kalaupun ada masukan dan laporan demikian, ini menjadi perhatian dan evaluasi untuk terus kita tingkatkan kesadaran masyarakat kita secara bersama-sama," ungkap Riza.

Sekadar informasi, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan DKI Jakarta jadi provinsi yang tidak taat menjaga protokol kesehatan. Berdasarkan monitoring yang dilakukan selama sepekan terakhir, ketidakpatuhan warga DKI Jakarta dalam menjaga jarak mencapai 48,26 persen.

"Untuk desa kelurahan yang tidak patuh menjaga jarak, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan kelurahan yang paling banyak, yaitu 48,26 persen atau hampir setengah kelurahan di DKI Jakarta masyarakatnya tidak patuh dalam menjaga jarak," kata Prof Wiku pada Selasa, 20 Juli 2022. (NDA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD