IDXChannel - Jalur pipa di Arab Saudi memompa minyak sebanyak tujuh juta barel per hari (Bph) dari kawasan Teluk ke wilayah Laut Merah.
Dilansir dari Bloomberg pada Senin (30/3/2026), Arab Saudi mengekspor minyak melalui Laut Merah setelah Iran memblokade Selat Hormuz di Teluk.
Jalur Pipa Timur-Barat memiliki kapasitas penuh sebesar tujuh juta bph, sekitar lima juta bph diekspor melalui Pelabuhan Yanbu di Laut Merah.
Sisanya dikirim ke kilang di Arab Saudi. Negeri Petrodolar tersebut juga mengekspor produk olahan minyak sebanyak 700.000-900.000 bph.
Meski demikian, langkah ini tidak bisa sepenuhnya menggantikan Selat Hormuz. Pada kondisi damai, sekitar 20 juta barel minyak melewati selat tersebut setiap harinya.
Selain itu, Laut Merah juga tidak sepenuhnya bebas risiko keamanan. Kelompok Houthi asal Yaman yang dekat dengan Iran baru-baru ini menyatakan bergabung ke dalam perang.
Saat krisis Gaza, Houthi menyerang kapal-kapal di Laut Merah sebagai bentuk solidaritas terhadap pejuang Palestina. Aksinya itu mengguncang perdagangan global.
Arab Saudi telah mempersiapkan diri selama beberapa dekade untuk skenario terburuk penutupan Hormuz.
Membentang di sepanjang Semenanjung Arab dari ladang minyak besar di timur negara itu hingga kota pelabuhan industri Yanbu, Jalur Pipa Timur-Barat memiliki panjang lebih dari 1.000 kilometer. (Wahyu Dwi Anggoro)