AALI
8900
ABBA
230
ABDA
7075
ABMM
845
ACES
1415
ACST
252
ACST-R
0
ADES
1915
ADHI
1005
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1315
AGAR
422
AGII
1125
AGRO
1135
AGRO-R
0
AGRS
470
AHAP
68
AIMS
380
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3200
AKSI
535
ALDO
930
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
382
Market Watch
Last updated : 2021/06/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
482.65
-0.44%
-2.14
IHSG
6095.50
-0.2%
-12.04
LQ45
901.64
-0.42%
-3.77
HSI
28842.13
0.36%
+103.25
N225
28948.73
-0.03%
-9.83
NYSE
0.00
-100%
-16620.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,188
Emas
866,552 / gram

Serangan Membabi Buta Israel, Palestina: Kami Memohon dengan Sangat kepada Indonesia

ECONOMICS
iNews.id
Selasa, 18 Mei 2021 16:44 WIB
Setiap 15 Mei, masyarakat Palestina memperingati Nakba atau “Hari Bencana” yang masih berlangsung hingga saat ini sejak 1948.
Serangan Membabi Buta Israel, Palestina: Kami Memohon dengan Sangat kepada Indonesia (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah Palestina, melalui kedutaan besarnya di Jakarta, meminta Pemerintah Indonesia mengambil langkah intervensi untuk meminta pertanggungjawaban okupasi Israel atas pelanggaran yang terjadi terus-menerus terhadap warga Palestina

“Kami memohon dengan sangat kepada pemerintah Indonesia dan semua pendukung Palestina yang merdeka di negara ini, untuk mengintervensi dan mengaktivasi mekanisme hukum internasional dan hukum kemanusiaan internasional, untuk meminta pertanggungjawaban okupasi Israel atas serangan yang terus-menerus dilakukan terhadap warga sipil Palestina,” demikian pernyataan tertulis Kedubes Palestina yang diterima di Jakarta, Senin (17/5/2021). 

Setiap 15 Mei, masyarakat Palestina memperingati Nakba atau “Hari Bencana” yang masih berlangsung hingga saat ini sejak 1948. Hari Nakba ditandai dengan terusirnya bangsa Palestina dari tanah air mereka setelah pendirian Negara Israel oleh kaum zionis. 

“Nakba adalah akar penyebab dari apa yang kita saksikan hari ini di Palestina yang diduduki. Ini adalah akar dari penderitaan kami yang masih berlangsung,” ungkap Kedubes Palestina. 

Pengusiran besar-besaran dan pembersihan etnik atas kota-kota, desa-desa, dan masyarakat Palestina di tangan para pemukim ekstremis Yahudi, terus terjadi sampai hari ini. Warga Palestina dipaksa keluar dari kampung halaman mereka, tanpa pernah diizinkan untuk kembali. 

“Nakba bukanlah kejadian masa lalu, tapi ini masih berlangsung. Untuk Israel, mengambil 78 persen dari Palestina yang bersejarah dengan kekerasan tidaklah cukup. Pencurian tanah, pengusiran, dan penekanan tak pernah berhenti satu hari pun. Serangan terhadap masyarakat Palestina hanya dapat dipahami melalui konteks ini,” kata Kedubes Palestina. 

Saat ini, ketegangan masih terus meningkat. Sejak minggu lalu, Israel meluncurkan puluhan serangan udara di Gaza. Sementara, kelompok militan Hamas melakukan serangan roket terhadap kota-kota di Israel dalam peperangan yang pada Senin (17/5/2021) ini telah memasuki pekan kedua. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD