IDXChannel - Setiap provinsi akan diwajibkan untuk memiliki minimal satu ruas jalan tol yang bisa difungsikan sebagai landasan pacu jet tempur. Hal ini menyusul latihan militer di Sumatera yang landing di atas ruas jalan tol trans Sumatera.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, lokasi ruas tol yang akan bisa difungsikan nantinya menunggu rekomendasi dari Kementerian Pertahanan. Ruas tol eksisting bakal melakukan renovasi jika masuk dalam rekomendasi Kementerian Pertahanan untuk dijadikan landasan pacu.
"Ada beberapa ruas, kita kan harus tanya ke Menteri Pertahanan, kira-kira ruas mana nih dari ruas-ruas yang sudah terbangun. Kemudian ruas itu kita siapkan untuk bisa menjadi landasan pacu," kata Dody Hanggodo, Minggu (8/3/2026).
Sementara itu, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU Willan Oktavian menambahkan setiap provinsi disyaratkan untuk memiliki minimal 1 ruas tol yang bisa menjadi landasan pacu jet tempur.
"Setiap tempat, setiap provinsi persyaratannya satu (ruas tol), bertahap. Kalau tol yang sudah jadi, nanti kita modifikasi, kalau yang sedang dibangun kita desain dari awal," kata Willan.
Sebelumnya Ruas Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung Gerbang Tol Lambu Kibang (KM 202+036) hingga Gerbang Tol Simpang Pematang (KM 239+907) menjadi lokasi pelaksanaan uji coba pendaratan pesawat tempur dalam rangka penguatan kesiapan operasional landasan darurat guna mendukung pertahanan negara.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pendaratan pesawat tempur pertama yang dilaksanakan pada ruas jalan tol di Indonesia. Uji coba ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kesiapsiagaan nasional melalui optimalisasi infrastruktur strategis.
Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia Donny Ermawan menyampaikan bahwa pemanfaatan ruas jalan tol sebagai landasan darurat merupakan bagian dari strategi penguatan sistem pertahanan semesta yang adaptif terhadap berbagai skenario kontinjensi.
"Terima kasih kepada HK atas dukungannya dalam uji coba jalan tol sebagai runway. Hal ini adalah perwujudan dari pertahanan semesta," kata Donny.
(Nur Ichsan Yuniarto)