IDXChannel - Rencana kebijakan sistem transaksi tol nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF) dinilai berjalan lamban. Hingga saat ini, kebijakan tersebut masih dalam tahap pra-uji coba, yang mencakup tes fungsional dan belum memasuki fase uji coba secara luas.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Wilan Oktavian menilai implementasi teknologi tol nirsentuh menyimpan risiko jika tidak dibarengi dengan perubahan perilaku masyarakat dalam menggunakan teknologi digital. Dia beralasan MLFF merupakan bagian dari transformasi sistem layanan jalan tol nasional yang perlu dilakukan secara bertahap dan terukur.
"Implementasi MLFF tidak bisa hanya dilihat sebagai penerapan teknologi, tetapi merupakan transformasi sistem secara menyeluruh. Karena itu, setiap tahapan harus dilakukan secara hati-hati agar sistem berjalan optimal dan tidak menimbulkan risiko di lapangan,” ujar Wilan, Jumat (17/4/2026).
Dia menjelaskan bahwa saat ini pengembangan MLFF masih berada pada tahap awal atau pra-uji coba sebelum masuk ke fase uji coba yang lebih luas. Tahapan ini dinilainya penting untuk memastikan kesiapan sistem sebelum masuk ke fase uji coba dan evaluasi secara menyeluruh,” katanya.
Selain aspek teknologi, kesiapan pengguna menjadi faktor kunci dalam implementasi MLFF. Meskipun penetrasi penggunaan smartphone di masyarakat relatif tinggi, terdapat tantangan terkait literasi digital, akses teknologi, serta kepatuhan pengguna dalam mengikuti sistem yang berlaku.