IDXChannel - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) meraup laba bersih sebesar Rp775 miliar sepanjang Januari-Maret 2026. Angka tersebut turun sekitar 16 persen dibandingkan laba bersih yang diraih pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp928 miliar.
Penurunan laba bersih tersebut disebabkan oleh meningkatnya biaya keuangan seiring beroperasinya Jalan Tol Jogja-Solo. Pada kuartal I-2026, perseroan membayar beban keuangan sebesar Rp889 miliar, meningkat 12 persen dibandingkan kuartal I-2025 sebesar Rp791 miliar.
Meski berdampak negatif dalam jangka pendek, pengoperasian ruas tol baru ini dipandang sebagai langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan kinerja usaha ke depan. Di samping itu, perseroan tetap berkomitmen menjaga kesehatan keuangan melalui pengelolaan keuangan yang terukur, serta mendorong pertumbuhan berkelanjutan yang diiringi peningkatan kualitas layanan kepada pengguna jalan.
Dari sisi top line, Jasa Marga membukukan pendapatan usaha sebesar Rp5,1 triliun, tumbuh 10 persen secara tahunan. Pendapatan tersebut dikontribusikan dari kinerja pendapatan tol sebesar Rp4,7 triliun dan pendapatan usaha lain sebesar Rp398 miliar di mana keduanya tumbuh masing-masing 9,4 persen dan 24,4 persen.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono mengatakan, sejalan dengan pertumbuhan pendapatan usaha, EBITDA Jasa Marga juga meningkat 11 persen menjadi Rp3,4 triliun dengan margin EBITDA yang terjaga di level 66,1 persen.