‘’Capaian ini mencerminkan konsistensi perseroan dalam pengendalian beban usaha serta optimalisasi kinerja operasional,’’ ujar Rivan melalui keterangan resmi, Kamis (30/4/2026).
Pertumbuhan pendapatan yang positif ini sejalan dengan kuatnya kinerja operasional. Dalam tiga bulan pertama tahun 2026, Jasa Marga mencatat pertumbuhan volume transaksi di jalan tol sebesar 1,64 persen atau mencapai 318,8 juta kendaraan dengan lalu lintas harian rata-rata (LHR) mencapai 3,5 juta kendaraan.
Hingga saat ini, Jasa Marga masih menjadi market leader di industri jalan tol nasional dengan total panjang jalan tol yang telah beroperasi sepanjang 1.294 kilometer (km) dari total konsesi sepanjang 1.736 km. Angka ini merepresentasikan 42 persen dari total jalan tol beroperasi di seluruh Indonesia.
Selain itu, perseroan terus melanjutkan pembangunan sejumlah jalan tol strategis yang berada dalam tahap konstruksi dan pembebasan lahan, antara lain Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, dan Jalan Tol Akses Patimban. Keempat ruas tol tersebut, selain Jalan Tol Akses Patimban, telah dioperasikan secara fungsional tanpa tarif periode Idulfitri 1447H/Lebaran 2026 untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.
“Pertumbuhan yang konsisten pada pendapatan tol, pendapatan usaha lain, serta EBITDA menjadi indikator kuat terjaganya fundamental bisnis Perseroan. Hal ini mencerminkan kemampuan Jasa Marga dalam menjaga stabilitas kinerja sekaligus memperkuat daya tahan usaha di tengah dinamika industri,” kata Rivan.