AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Stok Melimpah, Kemenkes Fokus Penggunaan AstraZeneca untuk Vaksinasi Booster 

ECONOMICS
Leonardus Kangsaputra
Sabtu, 29 Januari 2022 19:15 WIB
Kemenkes mengatakan bahwa vaksin AstraZeneca sudah bisa digunakan sebagai vaksin booster Covid-19.
Stok Melimpah, Kemenkes Fokus Penggunaan AstraZeneca untuk Vaksinasi Booster
Stok Melimpah, Kemenkes Fokus Penggunaan AstraZeneca untuk Vaksinasi Booster

IDXChannel - Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa vaksin AstraZeneca sudah bisa digunakan sebagai vaksin booster Covid-19. Pemerintah mulai memfokuskan vaksinasi booster dengan menggunakan jenis vaksin tersebut pada tiga bulan pertama. 

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan sesuai dengan ketentuan vaksin AstraZeneca dapat digunakan dengan interval 8 -12 minggu. Namun untuk mempercepat pencapaian vaksinasi dosis primer maka vaksin AstraZeneca diberikan dengan interval 8 minggu. 

“Untuk triwulan 1 tahun 2022 alokasi vaksin booster akan diutamakan untuk Vaksin AstraZeneca mengingat ketersediaan stok vaksin yang cukup banyak,” kata Siti Nadia, sebagaimana dikutip dari siaran pers dari laman resmi Kemenkes, Sabtu (29/01/2022). 

Sebagaimana diketahui, pelaksanaan vaksinasi program dosis booster dapat dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten/kota bagi masyarakat umum tanpa menunggu target capaian. Sebelumnya pemerintah menetapkan syarat vaksin mencapai 70 persen cakupan dosis 1, sementara vaksinasi untuk lansia minimal 60 persen. 

Adapun syarat penerima vaksin dosis lanjutan (booster) antara lain: 

1. Calon penerima vaksin menunjukkan NIK dengan membawa KTP/KK atau melalui aplikasi PeduliLindungi. 

2. Berusia 18 tahun ke atas. 

3. Telah mendapatkan vaksinasi primer dosis lengkap minimal 6 bulan sebelumnya. 

Regimen dosis lanjutan (booster) yang diberikan pada triwulan pertama 2022 untuk sasaran dengan dosis primer Sinovac maka diberikan vaksin AstraZeneca, separuh dosis (0,25 ml), atau vaksin Pfizer separuh dosis (0,15 ml). 

Untuk sasaran dengan dosis primer AstraZeneca maka diberikan vaksin Moderna, separuh dosis (0,25 ml), bisa juga vaksin Pfizer, separuh dosis (0,15 ml), atau vaksin AstraZeneca, dosis penuh (0,5 ml).

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD