AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

Sudah Langka, Penghapusan Premium Dinilai Tak Berdampak Signifikan pada Warga

ECONOMICS
Athika Rahma
Senin, 27 Desember 2021 09:21 WIB
Pemerintah kembali mewacanakan penghapusan BBM jenis Premium (RON88).
Pemerintah kembali mewacanakan penghapusan BBM jenis Premium (RON88). (Foto: MNC Media)
Pemerintah kembali mewacanakan penghapusan BBM jenis Premium (RON88). (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah kembali mewacanakan penghapusan BBM jenis Premium (RON88). Setelahnya, Pertalite (RON 90) juga akan dihapus seiring berjalannya transisi energi dari fosil ke energi bersih. 

Lantas, apakah penghapusan Premium dalam waktu dekat bakal berdampak bagi masyarakat? 

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, dampak penghapusan Premium lebih kecil jika dibanding produk gasoline lain karena konsumsinya juga minim. 

"Konsumsi premium saat ini hanya 7,8% jika dibandingkan dengan konsumsi total BBM, dan 11,7% jika dibandingkan dengan konsumsi gasoline seperti Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo," jelas Mamit kepada MNC Portal Indonesia, Senin (27/12/2021). 

Lanjutnya, angka konsumsi yang relatif rendah ini disebabkan kesadaran dari masyarakat yang sudah mulai menggunakan BBM dengan RON tinggi seperti Pertalite bahkan Pertamax. 

Di sisi lain, produk Premium juga sudah mulai langka di pasaran. Hal ini dikemukakan sendiri oleh masyarakat. 

"Sekarang saya pakai Pertalite. Premiumnya udah nggak ada sama sekali, udah jarang (ada di SPBU)," ujar salah seorang supir taksi, Yahya, saat ditemui MNC Portal Indonesia di SPBU Pertamina Jl. Mayjen Sutoyo, Minggu (26/12) lalu. 

Hal yang sama diungkapkan salah satu supir bajaj, Samin. "Ya jadinya saya terpaksa pakai Pertalite. Sekarang sudah nggak ada yang jual Premium," ujar Samin.

Mamit melanjutkan, butuh waktu bagi masyarakat untuk terbiasa menggunakan BBM dengan RON yang lebih tinggi lagi. Oleh karenanya, peran pemerintah dalam mensosialisasikan manfaat BBM RON tinggi sangat penting. 

"Jadi kita sosilisasikan terlebih dahulu keuntungan dan manfaat dari BBM dengan RON yang lebih tinggi secara masif," ujarnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD