AALI
12325
ABBA
196
ABDA
0
ABMM
3060
ACES
995
ACST
161
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
655
ADMF
8075
ADMG
180
ADRO
3150
AGAR
330
AGII
2010
AGRO
935
AGRO-R
0
AGRS
126
AHAP
62
AIMS
232
AIMS-W
0
AISA
157
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
925
AKRA
1005
AKSI
224
ALDO
900
ALKA
302
ALMI
280
ALTO
208
Market Watch
Last updated : 2022/05/23 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.20
-1.33%
-7.19
IHSG
6840.78
-1.12%
-77.37
LQ45
1002.57
-1.24%
-12.61
HSI
20470.06
-1.19%
-247.18
N225
27001.52
0.98%
+262.49
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,169 / gram

Sudah Masuk RI, Butuh Masker Berkualitas Tinggi Cegah Omicron

ECONOMICS
Ariedwi Satrio
Jum'at, 17 Desember 2021 16:28 WIB
Virus Omicron diklaim lebih berbahaya dan lebih cepat menular, untuk itu diperlukan masker berkualitas tinggi untuk mencegah Omicron menginfeksi.
Sudah Masuk RI, Butuh Masker Berkualitas Tinggi Cegah Omicron (FOTO: MNC Media)
Sudah Masuk RI, Butuh Masker Berkualitas Tinggi Cegah Omicron (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Virus Omicron yang telah masuk ke Indonesia diklaim lebih berbahaya dan lebih cepat menular, untuk itu diperlukan masker berkualitas tinggi untuk mencegah Omicron menginfeksi.

Menurut Epidemiolog asal Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, varian Omicron berbahaya dan lebih cepat serta mudah menular. Oleh karenanya, ia menyarankan agar masyarakat menggunakan kembali masker berkualitas tinggi untuk mengantisipasi penularan varian Omicron.

"Kita perlu masker berkualitas tinggi untuk mencegah omicron seperti N95/ KN95/KF94/FFP2/FFP3, dan itu harus dikombinasi dengan vaksinasi, ventilasi sirkulasi, dan bila perlu bisa dengan HEPA Filter dan UVC," kata Dicky melalui pesan singkatnya, Jumat (17/12/2021).

Menurut Dicky, masker memiliki peranan sangat penting dalam mencegah penularan varian Omicron. Dicky menilai masker bedah dikombinasikan dengan masker kain masih cukup efektif untuk menangkal penularan virus varian baru ini. Asalkan, protokol kesehatan (prokes) tetap ditingkatkan.

"Kalaupun memang ternyata masker bedah, masih dikombinasi dengan masker kain dan terutama dikombinasi dengan jaga jarak," tutupnya (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD