sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Tahun Ajaran Baru dan MBG Berpengaruh pada Inflasi? Ini Penjelasan BPS

Economics editor Anggie Ariesta
03/08/2026 16:05 WIB
Pembuktian keterkaitan antara dimulainya siklus pendidikan dan program MBG terhadap laju inflasi tidak bisa disimpulkan secara langsung.
Tahun Ajaran Baru dan MBG Berpengaruh pada Inflasi? Ini Penjelasan BPS. Foto: BPS.
Tahun Ajaran Baru dan MBG Berpengaruh pada Inflasi? Ini Penjelasan BPS. Foto: BPS.

IDXChannel – Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan dampak dari dimulainya tahun ajaran baru serta kembali berjalannya pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Juli 2026 terhadap inflasi nasional masih memerlukan analisis lebih mendalam.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan, pembuktian keterkaitan antara dimulainya siklus pendidikan dan program MBG terhadap laju inflasi tidak bisa disimpulkan secara langsung tanpa kajian teknis.

"Untuk mengetahui bahwa periode tahun ajaran baru dan dimulainya kembali pelaksanaan program MBG pada bulan Juli tahun 2026 apakah berpengaruh atau tidak terhadap inflasi maka ini tentunya memerlukan kajian secara khusus," kata Ateng dalam Rilis BPS di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Meskipun secara umum terjadi deflasi pada kelompok makanan di tingkat nasional, BPS mencatat sejumlah komoditas utama pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau justru mengalami kenaikan harga secara bulanan (month to month/mtm) sepanjang Juli 2026.

Beras dan bawang putih menjadi dua komoditas pangan utama yang mencatatkan inflasi dan memberikan andil terhadap pembentukan angka inflasi bulanan. 

"Secara umum dapat disampaikan ada beberapa komoditas kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi dan menyumbang andil inflasi secara month to month yaitu di bulan Juli 2026. Di antaranya ada tiga yang paling utama ya, kalau tadi di bulan Juli mengalami deflasi tetapi ada beberapa komoditi yang month to month-nya menyumbang inflasi, yang pertama beras mengalami inflasi 0,49 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,02 persen," ujar Ateng.

Ateng melanjutkan, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas bumbu dapur seperti bawang putih.

"Yang kedua ini bawang putih mengalami inflasi 3,33 persen pada bulan Juli 2026 secara month to month-nya dan memberikan andil inflasinya 0,01 persen," kata dia.

Selain beras dan bawang putih, timun mencatatkan kenaikan harga yang cukup signifikan sepanjang Juli 2026 dan turut memberi kontribusi terhadap inflasi bulanan.

"Timun mengalami inflasi cukup besar di bulan Juli 2026 yaitu sebesar 17,44 persen. Memberikan andil timun itu terhadap inflasi sebesar 0,01 persen," kata Ateng.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement