"Secara umum dapat disampaikan ada beberapa komoditas kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi dan menyumbang andil inflasi secara month to month yaitu di bulan Juli 2026. Di antaranya ada tiga yang paling utama ya, kalau tadi di bulan Juli mengalami deflasi tetapi ada beberapa komoditi yang month to month-nya menyumbang inflasi, yang pertama beras mengalami inflasi 0,49 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,02 persen," ujar Ateng.
Ateng melanjutkan, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas bumbu dapur seperti bawang putih.
"Yang kedua ini bawang putih mengalami inflasi 3,33 persen pada bulan Juli 2026 secara month to month-nya dan memberikan andil inflasinya 0,01 persen," kata dia.
Selain beras dan bawang putih, timun mencatatkan kenaikan harga yang cukup signifikan sepanjang Juli 2026 dan turut memberi kontribusi terhadap inflasi bulanan.
"Timun mengalami inflasi cukup besar di bulan Juli 2026 yaitu sebesar 17,44 persen. Memberikan andil timun itu terhadap inflasi sebesar 0,01 persen," kata Ateng.
(NIA DEVIYANA)