AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Tesla Investasi di Thailand, Pengamat Sebut Industri Otomotifnya Sudah Terkenal

ECONOMICS
Ikhsan PSP
Minggu, 29 Mei 2022 15:00 WIB
Thailand juga merupakan penghasil sparepart yang handal untuk produk otomotif.
Tesla Investasi di Thailand, Pengamat Sebut Industri Otomotifnya Sudah Terkenal (FOTO:MNC Media)
Tesla Investasi di Thailand, Pengamat Sebut Industri Otomotifnya Sudah Terkenal (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudistira mengatakan Tesla memilih Thailand untuk berinvestasi karena basis industri otomotifnya sudah terkenal. 

Selain itu, Thailand juga merupakan penghasil sparepart yang handal untuk produk otomotif.

"Diluar masalah pengalaman panjang di bidang otomotif, Thailand relatif unggul dalam hal standar enviromental, social dan governance (ESG)," jelas Bhima kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (29/5/2022).

Bhima menambahkan, beberapa pertimbangan seperti kebijakan dibidang lingkungan hidup dan ketenagakerjaan menjadi prasyarat bagi Tesla sebelum berinvestasi.

"Perbaikan terhadap skor ESG seperti merevisi UU Cipta Kerja yang dinilai kontra terhadap keberlanjutan lingkungan hidup dan tenaga kerja wajib dilakukan," ungkapnya.

Ia juga memprediksi bahwa kemungkinan besar setelah perakitan mobil listrik dan baterai di India dan Thailand, Tesla akan lebih tertarik berinvestasi dalam sektor ESS (Energy Storage System), semacam power bank untuk penyimpanan energi di Indonesia.

"Pemerintah sebaiknya segera melakukan followup terhadap komitmen investasi Tesla, kejelasan proposal teknis, regulasi dan insentif yang dibutuhkan serta kawasan industri yang mendukung ekosistem industri," ujarnya.

Sebelumnya, dikutip dari thethaiger.com pada Minggu (29/5/2022), Tesla Company (Thailand) Ltd sudah teregistrasi sebagai perusahaan baru di Thailand. Nilai investasi awal yang dikucurkan mencapai 3 juta baht atau sekitar Rp1,2 triliun.

Tujuan utama tesla melakukan penetrasi ke pasar Thailand ialah menjual electric vehicles (EV) atau kendaraan listrik. 

(SAN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD