IDXChannel – PT Geo Dipa Energi (Persero) menerima hibah (grant) senilai USD3,9 juta dari US Trade and Development Agency (USTDA). Dukungan ini diberikan dalam rangka mendukung kegiatan pilot plan dan feasibility study proyek ekstraksi lithium di lapangan panas bumi Dieng.
Dana hibah tersebut diserahkan dalam rangkaian acara Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business Forum (IPEM) yang berlangsung pada 14–15 Maret 2026 di Tokyo, Jepang.
Direktur Utama GeoDipa Yudistian Yunis menyampaikan, dukungan USTDA merupakan langkah penting dalam memperkuat kolaborasi internasional dan pengembangan teknologi energi bersih di Indonesia. Terlebih lagi, melalui kerja sama ini juga membuktikan GeoDipa menjadi pioneer mineral extraction.
Selain itu, kata dia, melalui kolaborasi strategis antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) dapat mendorong kemandirian dalam pemenuhan kebutuhan lithium dan membuka peluang pemanfaatan nilai tambah dari sumber daya panas bumi.
“Inisiatif ini dapat mendukung pengembangan industri baterai Indonesia dan aplikasi berbasis lithium domestik lainnya dengan membuka nilai tambah dari sumber daya terbarukan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (18/3/2026).
Sementara itu, Chief Executive Officer Lilac Solutions Raef Sully mengatakan, sumber daya panas bumi Indonesia memiliki potensi besar untuk pengembangan mineral kritis.
“Ladang panas bumi Indonesia memiliki potensi lithium yang belum dimanfaatkan secara signifikan,” katanya.
Sebagai informasi, proyek ini akan mengeksplorasi potensi ekstraksi lithium dari fluida panas bumi di wilayah Dieng melalui kerja sama teknologi dengan Lilac Solutions. Melalui kerja sama ini, GeoDipa terus mendorong inovasi dalam pengembangan energi panas bumi sekaligus membuka peluang pengembangan mineral kritis berbasis energi terbarukan, sebagai bagian dari kontribusi Indonesia dalam memperkuat ketahanan energi dan mendukung transisi energi global.
Penandatanganan tersebut dilakukan langsung oleh Direktur Utama GeoDipa Yudistian Yunis, Deputy Director & Chief Operating Officer (Performing the Duties of the Director) USTDA Thomas R Hardy, dan Chief Executive Officer (CEO) Lilac Solutions Raef Sully. Penandatanganan tersebut juga turut disaksikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta Komisaris Utama GeoDipa Heri Setiawan.
IPEM merupakan forum internasional yang mempertemukan pemerintah dengan pelaku industry untuk memperkuat ketahanan energi, mendorong investasi, serta membangun rantai pasok energi yang lebih Tangguh di Kawasan Indo-Pasifik.
IPEM diselenggarakan bersama oleh Ministry of Economy, Trade and Industry (METI) Jepang dan National Energy Dominance Council Amerika Serikat, dengan dukungan USTDA serta kolaborasi berbagai lembaga pemerintah Amerika Serikat, termasuk Department of State, Department of the Interior, Department of Energy, dan Department of Commerce.
(Dhera Arizona)