“Inisiatif ini dapat mendukung pengembangan industri baterai Indonesia dan aplikasi berbasis lithium domestik lainnya dengan membuka nilai tambah dari sumber daya terbarukan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (18/3/2026).
Sementara itu, Chief Executive Officer Lilac Solutions Raef Sully mengatakan, sumber daya panas bumi Indonesia memiliki potensi besar untuk pengembangan mineral kritis.
“Ladang panas bumi Indonesia memiliki potensi lithium yang belum dimanfaatkan secara signifikan,” katanya.
Sebagai informasi, proyek ini akan mengeksplorasi potensi ekstraksi lithium dari fluida panas bumi di wilayah Dieng melalui kerja sama teknologi dengan Lilac Solutions. Melalui kerja sama ini, GeoDipa terus mendorong inovasi dalam pengembangan energi panas bumi sekaligus membuka peluang pengembangan mineral kritis berbasis energi terbarukan, sebagai bagian dari kontribusi Indonesia dalam memperkuat ketahanan energi dan mendukung transisi energi global.