sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Utang Pemerintah Tembus Rp9.920 Triliun, Purbaya: Rasio Kita Termasuk Paling Hati-Hati

Economics editor Anggie Ariesta
11/05/2026 13:23 WIB
Dia lantas membandingkan kondisi fiskal Indonesia dengan negara-negara maju dan tetangga yang memiliki rasio utang jauh lebih tinggi.
Utang Pemerintah Tembus Rp9.920 Triliun, Purbaya: Rasio Kita Termasuk Paling Hati-Hati. (Foto iNews Media Group)
Utang Pemerintah Tembus Rp9.920 Triliun, Purbaya: Rasio Kita Termasuk Paling Hati-Hati. (Foto iNews Media Group)

"Jadi gini, utang itu seperti kalau satu perusahaan mau ngembangin usahanya, dia bisa utangkan. Tapi perusahaan yang kecil atau perusahaan yang besar beda kemampuannya. Kalau satu perusahaan untungnya cuma 1 juta, dia utang 1 juta, udah susahan. Tapi kalau perusahaan yang untungnya 100 juta, utang 1 juta, enggak apa-apa. Makanya dibagi rasio debt to GDP, seperti itu kira-kira ya," kata Purbaya.

Dia juga menyayangkan sikap skeptis beberapa pihak yang cenderung melihat sisi utang secara negatif tanpa mempertimbangkan indikator komparatif yang kuat.

"Jadi kalau dilihat dari itu, harusnya Anda muji-muji kita. Cuman kan enggak pernah kan? Kenapa Anda lihat dari sisi negatif terus? Sisi lihat, sisi komparatif," kata dia.

Berdasarkan rincian dari DJPPR, mayoritas utang pemerintah berasal dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) yang mencapai Rp8.652,89 triliun. Jumlah ini mencakup porsi terbesar dari total utang dan mengalami penambahan Rp265,66 triliun sejak akhir tahun lalu.

Sementara itu, sisa utang berasal dari pinjaman yang tercatat sebesar Rp1.267,52 triliun. Pinjaman ini tumbuh tipis sebesar Rp16,85 triliun dalam kurun waktu tiga bulan pertama di tahun 2026. Pemerintah memastikan strategi pembiayaan tetap dijalankan secara terukur untuk menjaga stabilitas fiskal nasional di tengah ketidakpastian pasar global.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement