AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Walkot Yana: Harusnya Kota Bandung Sudah Endemi Covid-19

ECONOMICS
Arif Budianto/Kontributor
Rabu, 18 Mei 2022 17:22 WIB
Walkot Bandung, Yana Mulyana menilai wilayahnya harusnya sudah masuk kategori endemi covid-19.
Walkot Yana: Harusnya Kota Bandung Sudah Endemi Covid-19 (FOTO: MNC Media)
Walkot Yana: Harusnya Kota Bandung Sudah Endemi Covid-19 (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Wali Kota (Walkot) Bandung, Yana Mulyana menilai wilayahnya harusnya sudah masuk kategori endemi covid-19. Salah satu indikatornya yakni kasus covid-19 yang sangat terkendali di Bandung.

Yana yakin situasi pandemi Covid-19 di Kota Bandung relatif terkendali. Bahkan sudah masuk fase endemi, jika mengukur dari sejumlah indikator.

"Berdasarkan indikator yang ada dan proses vaksinasi di Kota Bandung sangat luar biasa. (Vaksinasi) Dosis pertama, 113 persen, dosis kedua sudah 103 persen dan dosis ketiga itu 34 persen," kata dia, Rabu (18/5/2022). 

Salah satu indikator endemi adalah jika vaksinasi di suatu daerah telah mencapai 100 persen. "Saya baca dari badan kesehatan dunia (WHO), kalau satu wilayah proses vaksinasinya 100 persen itu secara teori pandemi covid 19 di wilayah itu beralih menjadi endemi," tutur Yana.

Dia mencontohkan, tingginya angka vaksinasi di Kota Bandung memperlihatkan bahwa 70 persen warga terpapar Omicron belum divaksinasi. 

"Kelihatannya teori terbukti di Kota Bandung karena pada saat Omicron, dari 100 persen yang meninggal, 70 persen itu orang belum dapat vaksin dan 30 persennya komorbid," tutup Yana. (RAMA)

Rekomendasi Berita

Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD