Adapun sebelumnya, kabar kelangkaan BBM datang dari daerah Medan, Sumatra Utara. VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa kelangkaan sebelumnya dipicu oleh lonjakan permintaan BBM sebesar 5–10 persen di atas rata-rata konsumsi harian.
Peningkatan mobilitas masyarakat, yang didorong oleh dimulainya kembali aktivitas sekolah dan perkantoran, menjadi faktor utama kenaikan konsumsi tersebut.
Menanggapi kondisi tersebut, perusahaan telah melakukan percepatan distribusi energi guna memastikan ketersediaan BBM di lapangan tetap terjaga.
"Kami segera meningkatkan kapasitas distribusi melalui penambahan armada mobil tangki, penguatan personel distribusi, serta optimalisasi operasional sehingga layanan di SPBU kini telah kembali berjalan normal," kata dia.
(NIA DEVIYANA)