Adapun, “A Minecraft Movie" didasarkan pada salah satu gim video terlaris sepanjang sejarah, tetapi asosiasi semacam itu tidak selalu menjamin kesuksesan di Hollywood. Namun, film berbasis gim akhir-akhir ini lebih banyak laku daripada laku, seperti "The Super Mario Bros Movie," "Five Nights at Freddy's," "Sonic the Hedgehog" dan "Uncharted" karya Tom Holland yang semuanya mencetak skor di box office.
"Rencana pemasaran dan distribusi yang dibuat dengan sempurna oleh Warner Bros menempatkan film tersebut di depan dan di tengah dengan target penonton anak-anak dan keluarga," kata analis senior Comscore Paul Dergarabedian.
"Setelah 'Super Mario' dan 'Sonic,' penampilan global akhir pekan ini oleh 'A Minecraft Movie' membuktikan bahwa kode telah berhasil dipecahkan tentang cara mengubah gim video layar kaca menjadi acara layar lebar,” sambungnya.
Saat "A Minecraft Movie" mendominasi box office, film-film lain di bioskop hanya mendapat sisa-sisa. Di posisi kedua yang jauh, film thriller laga garapan Jason Statham, "A Working Man" mengumpulkan USD7,2 juta dari 3.262 bioskop. Setelah dua minggu dirilis, film Amazon MGM tersebut telah meraup USD27,7 juta.
"The Chosen: Last Supper – Part 2" produksi Fathom Entertainment, serial TV berbasis agama tentang Yesus dan murid-muridnya, tetap berada di posisi ketiga dengan USD6,7 dari 2.235 bioskop selama akhir pekan. Fathom Events meluncurkan musim kelima acara tersebut di bioskop dengan penayangan episode selama dua minggu; "Part 1" telah meraup USD17,3 juta hingga saat ini.
Film live-action Disney "Snow White," yang dibintangi Rachel Zegler dan Gal Gadot, turun ke posisi keempat dengan pendapatan USD6 juta dari 3.750 tempat pada penayangan ketiganya.
Sejauh ini, film dengan pendapatan USD250 juta tersebut hanya menghasilkan USD77 juta di dalam negeri dan USD168 juta di seluruh dunia. Film ini tampaknya akan menjadi salah satu film dengan kegagalan box office terbesar tahun ini.
Melengkapi lima besar yaitu film Universal dan Blumhouse "The Woman in the Yard" dengan pendapatan USD4,5 juta dari 2.845 bioskop pada penayangan keduanya. Film tersebut, yang dibintangi Danielle Deadwyler sebagai kepala keluarga yang melihat seorang wanita aneh (di halaman, tentu saja), telah meraup pendapatan kotor USD17 juta. Untungnya bagi para pendukungnya, "The Woman in the Yard" hanya menghabiskan biaya produksi USD12 juta.
Selain itu, film baru yang tayang di bioskop akhir pekan ini di Amerika Serikat yaitu film komedi horor garapan Neon, "Hell of a Summer" yang dibuka dengan pendapatan USD1,75 juta dari 1.255 layar. Ini bukan awal yang buruk, mengingat film beranggaran rendah ini didanai sebesar USD3 juta.
Bintang "Stranger Things" Finn Wolfhard menyutradarai film ini bersama Billy Bryk. Mereka berdua juga tampil dalam film tersebut, yang mengisahkan tentang konselor kamp yang dibuntuti oleh pembunuh bertopeng. Menurut Neon, sebagian besar pembeli tiket awal merupakan perempuan berusia di bawah 25 tahun.
(Febrina Ratna Iskana)