Fauzan menilai persoalan tersebut membutuhkan kerja sama lintas negara karena pelaku dan jaringan pembajakan digital tidak selalu berada di wilayah Indonesia. Ia juga menceritakan bahwa isu pemberantasan pembajakan menjadi salah satu perhatian dalam forum industri perfilman internasional Lumière Summit yang dihadirinya.
Menurutnya, pembajakan merupakan persoalan besar yang harus dihadapi bersama oleh berbagai negara, asosiasi, lembaga perfilman, hingga platform digital.
Di sisi lain, hasil penelitian mengenai pembajakan streaming di Indonesia diharapkan bisa menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan revisi Undang-Undang Hak Cipta.
Fauzan turut mengingatkan bahwa sebuah film bukan hanya hasil kerja produser atau sutradara. Ada banyak pihak yang terlibat, mulai dari penulis skenario, aktor, penata musik, hingga pekerja yang mengerjakan materi visual dan poster.
Dengan demikian, pembajakan tidak hanya merugikan perusahaan produksi atau layanan streaming legal, tetapi juga para pekerja kreatif yang berkontribusi dalam proses pembuatan film.