IDXChannel - Investor senior, Lo Kheng Hong menyebut, pasar modal Indonesia sedang hujan emas. Dia pun menyarankan agar investor memborong saham-saham diskon yang saat ini jauh di bawah nilai intrinsiknya.
Pria yang kerap disapa Pak Lo itu menilai, kejatuhan IHSG dari level tertinggi 9.000 ke 5.000 merupakan dampak dari aksi jual investor asing secara masif. Sejak awal 2026, kata dia, investor asing sudah melepas saham Indonesia lebih dari Rp100 triliun.
"Menurut saya, ketika asing ketakutan menjual sahamnya di Bursa Efek Indonesia, saham-saham turun banyak, bagi saya, di Bursa Efek Indonesia saat ini sedang hujan emas. Oleh karena itu, siapkanlah ember yang besar untuk menampung hujan emas," ujarnya dalam acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026 di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Dia pun menyoroti saat ini banyak saham yang memiliki valuasi menggiurkan. Salah satunya saham bank yang disebutnya menawarkan imbal hasil dividen (dividend yield) hingga 14 persen per tahun, jauh di atas obligasi negara dan deposito.
Tanpa menyebut nama sahamnya, Lo secara khusus menyebut tiga saham bank besar saat ini sangat terdiskon nilainya. Dia menilai, sektor perbankan di Indonesia masih menjadi unggulan di antara sektor-sektor lainnya.