"Ada tiga bank, big bank, labanya Rp60 triliun. Coba kita periksa bidang usaha yang lain, apapun. Tidak ada perusahaan yang labanya Rp60 triliun. Jadi bagi saya, sektor yang paling bagus itu adalah perbankan," tuturnya.
Sektor kedua, kata Lo, adalah batu bara. Menurut Lo, batu bara hingga saat ini masih menjadi sumber energi paling murah dan efisien di antara lainnya. Dia menilai, energi baru terbarukan (EBT) belum dapat menyaingi efisiensi batu bara.
Dia mencontohkan, panel surya yang membutuhkan lahan yang luas untuk menghasilkan sedikit energi, jauh dibandingkan batu bara. Sementara energi nuklir yang menghasilkan kapasitas energi besar justru memiliki risiko tinggi.
Ketiga, kata Lo, adalah sawit. Lo menyebut, sawit sebagai tanaman ajaib (magical crop) yang hanya dapat tumbuh di negara-negara iklim tropis, terutama Indonesia dan Malaysia. Sementara itu, produk sawit seperti minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) dan produk turunan lainnya dibutuhkan banyak orang.
"Kalau kita tanam sawit di China tidak bisa tumbuh, di India tidak bisa tumbuh. Sedangkan di China ada penduduk 2 miliar, di India ada 2 miliar. Mereka butuh minyak goreng dari Indonesia dan Malaysia. Dan bukan hanya untuk minyak goreng tapi turunannya banyak sekali untuk kosmetik dan lain-lain," tuturnya.