“Bukan tidak mungkin kalau gangguan (iklim) berikutnya akan membuat spesies lokal musnah dan memperluas keruntuhan ekosistem,” kata Pratchett.
Seperti diketahui, gelombang panas saat El Niño terjadi tidak hanya berdampak pada manusia, tetapi juga pada lingkungan, baik di darat (potensi kebakaran hutan dan lahan) maupun di lautan (pemutihan terumbu karang).
Pratchett mengatakan bahwa sangat mungkin terjadi pemutihan terumbu karang berskala besar di The Great Barrier Reef. Apalagi, tahun ini kekuatan El Niño diprediksikan bakal pecah rekor.
UNESCO pun telah memantau kondisi terumbu karang di The Great Barrier Reef sejak 2021 saat kawasan tersebut hampir diputuskan berstatus ‘dalam bahaya’ pada daftar Keajaiban Dunia.
Terumbu karang keras di kawasan terkenal itu menurun secara signifikan pada 2024-2025, berkat suhu air di atas rata-rata yang mengakibatkan terumbu karang di perairan itu mengalami pemutihan massal untuk keenam kalinya sejak 2016.
(Nadya Kurnia)