sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Leicester City Pernah Juara Liga Inggris, Kini Dijual Rp5,4 Triliun

Ecotainment editor Rahmat Fiansyah
12/08/2026 16:50 WIB
Leicester City tengah ditawarkan kepada calon investor setelah pemiliknya memutuskan untuk menjual klub beserta sejumlah asetnya.
Leicester City tengah ditawarkan kepada calon investor setelah pemiliknya memutuskan untuk menjual klub beserta sejumlah asetnya. (Foto: Ist)
Leicester City tengah ditawarkan kepada calon investor setelah pemiliknya memutuskan untuk menjual klub beserta sejumlah asetnya. (Foto: Ist)

Selain itu, klub memiliki lahan di sekitar King Power Stadium yang sebelumnya dibeli seharga 11,6 juta poundsterling yang direncanakan untuk pengembangan stadion. Namun, rencana tersebut dihentikan setelah Leicester terdegradasi dari Premier League pada akhir musim 2022-2023.

Brosur penjualan juga menonjolkan sejumlah pencapaian Leicester City sejak keluarga Srivaddhanaprabha dan King Power International mengambil alih klub dari Milan Mandaric dengan nilai sekitar 35 juta poundsterling pada 2010. Pencapaian tersebut antara lain menjuarai Premier League pada 2016 dan meraih trofi FA Cup untuk pertama kalinya pada 2021.

Dalam dokumen tersebut, Leicester City disebut sebagai salah satu dari hanya lima klub yang berhasil memenangkan tiga trofi domestik utama Inggris sejak 2000. Akademi kategori satu milik klub juga menjadi daya tarik karena telah menghasilkan pemain yang kemudian dijual dengan nilai lebih dari 250 juta poundsterling dalam lima tahun terakhir. OH Leuven turut ditawarkan sebagai bagian dari struktur kepemilikan multip klub yang dinilai dapat mendukung pengembangan talenta, perekrutan pemain, dan analisis data.

Namun, kondisi klub dalam beberapa musim terakhir memicu keresahan suporter. Aksi protes terhadap King Power untuk menjual klub berulang kali dilakukan. Pada Januari 2026, Chairman Leicester City, Aiyawatt Srivaddhanaprabha, masih menegaskan komitmennya untuk melanjutkan visi sang ayah, Vichai Srivaddhanaprabha, yang meninggal dalam kecelakaan helikopter di luar King Power Stadium pada 2018.

"Saya masih merasakan hal yang sama. Saya sangat mencintai sepak bola dan klub ini. Saya ingin memastikan klub kembali sukses," kata Aiyawatt.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement