AALI
12875
ABBA
196
ABDA
0
ABMM
3240
ACES
1005
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
665
ADMF
8050
ADMG
192
ADRO
3320
AGAR
356
AGII
1950
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
123
AHAP
61
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
0
AKRA
1035
AKSI
232
ALDO
930
ALKA
302
ALMI
270
ALTO
195
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.54
1.01%
+5.42
IHSG
6931.62
1.59%
+108.29
LQ45
1019.05
1.08%
+10.85
HSI
20470.86
1.74%
+350.18
N225
26712.36
1.17%
+309.52
NYSE
15035.87
-0.06%
-8.65
Kurs
HKD/IDR 1,875
USD/IDR 14,728
Emas
870,824 / gram

Long Weekend, Ini Empat Destinasi Air Terjun Jabar untuk Tempat Healing 

ECOTAINMENT
Agung Bakti Sarasa
Minggu, 15 Mei 2022 04:36 WIB
Berikut empat air terjun eksotis di Jabar yang dapat dijadikan tujuan tempat healing saat libur long weekend.
Long Weekend, Ini Empat Destinasi Air Terjun Jabar untuk Tempat Healing  (Dok.Wisatajabar)
Long Weekend, Ini Empat Destinasi Air Terjun Jabar untuk Tempat Healing  (Dok.Wisatajabar)

IDXChannel - Keindahan alam Jawa Barat memang tak pernah ada habisnya dan memancarkan sejuta pesona yang memikat. 

Di antara kekayaan alam di Jabar, air terjun atau curug menjadi salah satu magnet wisata unggulan. Selain indah, pemandangan alam di kawasan curug pun terbilang eksotis. 

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar pun merekomendasikan empat air terjun eksotis di Jabar yang dapat dijadikan tujuan bagi traveler untuk menghabiskan long weekend pekan ini.

Curug Malela

Curug Malela merupakan salah satu magnet wisata di Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat. Curug ini memiliki lebar 55 meter dengan tinggi 60 meter. Karena kemegahannya, tak jarang jika Curug Malela kerap disebut kembaran air terjun Niagara dari Bandung.

Geolog Titi Bachtiar menulis dalam bukunya berjudul Bandung Purba bahwa kata 'malela' merupakan ungkapan rasa kagum masyarakat Tatar Sunda untuk sesuatu yang lebih dari biasanya.

Curug ini berundak-undak yang tentunya akan memikat mata ketika debit airnya tinggi di musim hujan. Guyuran air yang jatuh seperti tirai putih yang menutupi bebatuan lempung yang usianya mencapai jutaan tahun.

Sebenarnya, Curug Malela merupakan satu dari tujuh curug yang berada di Desa Cicadas, Rongga, Bandung Barat. Di sana, ada pula Curug Katumbiri, Curug Manglid, Curug Ngebul, Curug Sumpel, Curug Palisir, dan Curug Pameungpeuk.

Perlu tekad yang bulat dan jiwa petualangan yang tinggi untuk bisa menikmati kemegahan Curug Malela. Pasalnya, destinasi wisata ini berjarak sekitar 69 kilometer dari Gedung Sate, Kota Bandung.

Selain itu, wisatawan masih harus menempuh perjalanan menuruni bukit sejauh kurang lebih 1,5 kilometer karena curug ini berada di antara lembah. Namun jangan khawatir, pemerintah daerah setengah telah membenahi infrastrukur bagi pelancong. Selain itu, ada juga deretan warung yang dikelola warga lokal yang bisa dijadikan tempat singgah untuk memulihkan stamina.

Rasa lelah pun tak akan begitu terasa saat menuruni lembah. Pasalnya, suara riam air terjun dan rindangnya pepohonan di Tanah Priangan akan menjadi teman perjalanan traveler. Di sekitar curug, terdapat spot foto selfie yang menjadi spot favorit di Curug Malela. Adapun harga tiket masuk hanya Rp10.000 untuk tiap wisatawan. 

Curug Cimahi

Curug Cimahi atau yang populer disebut Curug Pelangi memiliki tinggi 80 meter. Air yang terjun dari curug ini berasal dari Situ Lembang yang mengairi wilayah Kota Cimahi dan sekitarnya. Nama Curug Cimahi sendiri berasal dari kata 'ci' atau air dan 'mahi' yang berarti cukup dalam bahasa Sunda.

Secara administratif, Curug Cimahi berada di Desa Kertawangi, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Untuk mencapai Curug Cimahi cukup mudah, bahkan traveler pun bisa menggunakan angkutan umum dari Lembang jurusan Lembang-Cisarua.

Di Curug Cimahi, ratusan anak tangga yang menurun akan menyapa traveler setelah menjejakkan kaki melewati pos karcis Curug Cimahi atau yang kini dikenal sebagai Curug Pelangi. Memang perlu perjuangan ekstra untuk menikmati kesegaran curug setinggi 80 meter ini secara langsung. Traveler juga perlu berhati-hati saat menapaki anak tangga, khususnya saat musim hujan.

Di sini, traveler juga bisa menyaksikan kawanan kera ekor panjang (Macaca fascicularis) yang bergelantungan di pepohonan dari alam yang masih alami di sekitar curug. Sesampainya di dasar Curug Cimahi, traveler bisa langsung menikmati segarnya danau. Tapi, ada larangan untuk berenang di sana karena kedalaman danau mencapai dua meter lebih.

Di sana juga tersedia musala, toilet, ruang ganti dan warung yang dikelola oleh penduduk lokal. Harga tiketnya pun tergolong murah untuk pengalaman yang ditawarkan, yakni Rp17.000 untuk wisatawan lokal dan Rp25.000 untuk wisatawan mancanegara.

Curug Citambur

Curug Citambur merupakan salah satu permata tersembunyi yang berada di Cianjur Selatan. Curug ini memiliki keindahan yang seolah membawa siapapun pun yang datang ke sana terserap ke negeri dongeng lantaran keindahannya.

Konon, nama Citambur dihubungkan dengan legenda setempat, yakni Prabu Tanjung Sanghyang Anginan yang kerap mengunjungi tempat tersebut untuk bersuci dan bersemedi. Kedatangan sang prabu dIikuti oleh pengikutnya yang menabuh alat musik tambur atau dogdog yang bunyinya terdengar hingga ke pelosok desa.

Cerita lainnya, nama Citambur berasal dari suara deburan air dari atas tebing yang menghujam bebatuan di bawahnya, sehingga menimbulkan bunyi seperti suara tambur. Entah mana yang benar, yang jelas Pasir Angin menjadi nama sebuah desa yang berdampingan dengan Desa Karangjaya.

Destinasi wisata ini terletak di Cianjur Selatan, tepatnya di Desa Karangjaya, Kecamatan Pasirkuda. Air terjun ini memiliki tinggi 100 meter yang membuatnya menjadi curug tertinggi di Jabar dan ketujuh tertinggi di Indonesia.

Kontur air terjun yang bertingkat-tingkat berbaur serasi dengan rindangnya pepohonan. Air yang turun dari mata air wilayah Resort Pemangkuan Hanyawar Timur 2 itu sangat jernih. Namun, pengunjung tak disarankan berenang di sana mengingat derasnya air dan curamnya bebatuan.

Kearifan flora dan fauna di wana wisata alam ini masih terjaga. Pohon Rasamala yang merupakan salah satu pohon eksotis dari Tanah Pasundan, tumbuh subur di sini. Begitu pun dengan berbagai jenis hewan seperti kera, luwak, hingga kijang pun masih dapat ditemui di wilayah lahan yang dikelola Perhutani ini. 

Untuk sampai di Curug Citambur, disarankan menggunakan kendaraan pribadi dengan kondisi prima, sebab akses jalanan di sana sempit dan berbatu. Walau kondisi jalanan yang tidak begitu bagus, namun pemandangan Curug Citambur yang indah dapat membayar itu semua.

Curug Cikaso

Geopark Ciletuh punya curug cantik dan megah bernama Cikaso. Air jernih yang mengalir dari tiga curug yang meluncur ke kolam hijau kebiru-biruan memberikan ketenangan. Air terjun atau Curug Cikaso ini memiliki tinggi sekitar 80 meter dengan lebar sekitar 100 meterm. Aliran air yang mengalir di antara celah-celah bebatuan sungai menambah pesona tempat ini.

Curug Cikaso ini memiliki tiga jalur air terjun yang masing-masing mempunyai nama, yakni Curug Asepan, Curug Meong, dan Curug Aki yang tumpah ke kolam besar yang bisa dimanfaatkan untuk bermain air di area sungai yang dangkal.

Keindahan Curug Cikaso sayang untuk dilewatkan begitu saja. Wisatawan bisa berburu foto di sini dengan pemandangan dua aliran terjun yang berdiri megah. Jangan lupa untuk membawa baju ganti, karena wisatawan pasti tergoda untuk basah-basahan di sini.

Aktivitas wisata lainnya, wisatawan bisa menyusuri Sungai Cikaso yang mengalir setelah kolam. Di sini wisatawan akan disuguhkan dengan pemandangan alam kawasan hutan tropis dengan tebing-tebing menjulang yang memanjakan mata. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD