“Jadi Masjid Tjia Kaang Hoo ini awal mulanya ini adalah rumah almarhum Tjia Kaang Hoo ataupun Haji Abdul Soleh. Makanya diabadikan sebagai nama masjid ini,” beber Frans.
Awalnya, bangunan ini hanyalah sebuah rumah tinggal milik Tjia Kaang Hoo yang sering digunakan sebagai perkumpulan kajian atau majelis taklim.
Setelah Tjia Kaang Hoo meninggal, anak dari Tjia Kaang Hoo bernama Haji Budianto menggagas pendirian masjid di atas tanah bekas rumah dari Tjia Kaang Hoo.
“Perjalanan rumah tempat tinggal ini dibuat menjadi majelis taklim. Diadakanlah kegiatan-kegiatan pengajian dan lain sebagainya yang berhubungan dengan keagamaan. Nah, setelah majelis taklim digagas oleh orang tua kami, yaitu Bapak Haji Budianto, untuk mendirikan masjid ini, akhirnya rembukan dengan anak-anak daripada Tjia Kaang Hoo diwakafkanlah tanah ini untuk pendirian masjid,” pungkas dia.
(Nadya Kurnia)