IDXChannel—Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengungkapkan jumlah penonton film di Indonesia telah mencapai hampir 70 juta orang hingga Oktober 2026. Angka tersebut menjadi salah satu alasan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong penguatan industri perfilman melalui penyelenggaraan Jakarta Film Summit 2026.
Rano mengatakan, industri perfilman memiliki potensi ekonomi yang perlu dihitung secara lebih menyeluruh. Menurutnya, dampak industri kreatif tidak hanya terlihat dari jumlah penonton atau pendapatan film, tetapi juga berpeluang menggerakkan berbagai sektor lain.
“Alhamdulillah, sampai bulan ini jumlah penonton film di Indonesia sudah mencapai hampir 70 juta orang,” ujar Rano dalam pembukaan Jakarta Film Summit 2026 di Park Hyatt Hotel, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).
Ia menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta akan bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengukur dampak ekonomi dari industri kreatif, termasuk perfilman. Selama ini, menurut Rano, pemantauan ekonomi daerah lebih banyak berfokus pada sektor pangan, padahal ekonomi kreatif memiliki banyak subsektor yang juga perlu diperhitungkan.
“Hari ini sengaja kami mengajak Bank Indonesia. Karena kemarin baru saja kita bahas, Pak Gub, bahwa selama ini sebagai tim Pengendalian Inflasi Daerah, kita hanya memantau pangan saja. Ternyata yang namanya ekonomi kreatif ini ada 21 subsektor yang mungkin secara terhitung tidak pernah dilakukan,” katanya.