sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Rutin Minum Obat Hipertensi Sebabkan Gagal Ginjal? Dokter Bantah Kabar yang Beredar

Ecotainment editor Ravie Wardhani
29/09/2026 14:26 WIB
Mitos tersebut sering kali membuat pasien enggan meminum obat secara rutin dan memilih berhenti begitu merasa kondisi tubuhnya membaik.
Rutin Minum Obat Hipertensi Sebabkan Gagal Ginjal? Dokter Bantah Kabar yang Beredar. (Foto: MNC Media)
Rutin Minum Obat Hipertensi Sebabkan Gagal Ginjal? Dokter Bantah Kabar yang Beredar. (Foto: MNC Media)

Prof. Yoga menjelaskan, hipertensi merupakan kondisi esensial yang melekat pada tubuh dan tidak bisa sembuh secara total hanya dengan sekali berobat layaknya penyakit pilek.

Ketika pasien menghentikan konsumsi obat secara sepihak, tekanan darah yang melonjak tanpa disadari akan memicu terjadinya kerusakan organ target atau target organ damage (TOD), mulai dari ginjal, jantung, mata, hingga risiko stroke.

Ia pun mencontohkan bukti dari penelitian medis yang membandingkan kelompok pasien hipertensi yang rutin meminum obat dengan kelompok yang berhenti di tengah jalan. Menurutnya, kerusakan organ berat langsung terlihat pada pasien yang tidak patuh mengonsumsi obat.

"Ada satu penelitian bagus, orang-orang hipertensi dikasih antihipertensi, terkontrol. Kemudian dibagi dua kelompok: satu meneruskan obatnya, satu berhenti. Ternyata kelompok yang meneruskan obatnya bagus. Yang berhenti obat tentu tensinya naik lagi, gagal ginjal, jantungnya bengkak, itu terjadi," paparnya.

Lebih lanjut, Prof. Yoga membeberkan bahwa sekitar 80 persen penderita hipertensi memerlukan lebih dari satu jenis obat kombinasi agar tekanan darahnya benar-benar terkontrol di bawah angka 130/89 mmHg.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement