AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Sandiaga Uno Jadikan Jamu Sebagai Welcome Drink Hotel di Indonesia

ECOTAINMENT
Iqbal Dwi Purnama
Senin, 17 Januari 2022 05:58 WIB
Sandiaga Uno akan menjadikan minuman tradisional khas Nusantara, Jamu sebagai minuman untuk menyambut tamu hotel.
Sandiaga Uno Jadikan Jamu Sebagai Welcome Drink Hotel di Indonesia
Sandiaga Uno Jadikan Jamu Sebagai Welcome Drink Hotel di Indonesia

IDXChannel - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno akan menjadikan minuman tradisional khas Nusantara, Jamu sebagai minuman untuk menyambut tamu hotel.

"Jamu sebagai welcome drink di setiap Hotel? Why Not? Kita bangga memiliki minuman tradisional yang sangat menyehatkan," ujar Menparekraf Sandiaga mengutip akun media sosial resmi miliknya, Minggu (16/1/2022).

Menparekraf menjelasjan Jamu bukan hanya sebagai minuman yang sehat, namun minuman ini juga berhasil menciptakan banyak lapangan kerja dan dapat berkontribusi membangkitkan ekonomi di masa Pandemi.

Sandiaga Uno mengaku sempat mencicipi jamu gendong beras kencur dan kunyit asam dlsaat berkunjung ke Yogyakarta. Setelah mencicipi, menurutnya minuman tersebut pantas saja jika dijadikan minuman untuk menyambut kedatangan tamu hotel.

"Rasanya uennak tenan, suegeer sangat sayang jika kita tidak ikut melestarikan," lanjut Sandiaga Uno.

Menurutnya melestarikan minuman Jamu juga merupakan bagian dari pengembangan 2 sub subsektor parekraf sekaligus. Pertama kuliner atau F&B dan juga health tourism atau pariwisata berbasis kesehatan.

"Jadi menurut saya ini langkah Koordinasi, dan juga kerjasama yang bisa dilakukan, dari sektor ekonomi kreatif wellness tourism dan juga bagian pembangunan yang ada di daerah," pungkasnya.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD