Dari jumlah total kunjungan wisman di 2025 tersebut, 71 persen berasal dari negara target dengan Malaysia sebagai negara penyumbang terbesar dan Uni Emirat Arab sebagai negara target dengan pertumbuhan tertinggi.
“Posisi ini sebelumnya ditempati negara Rusia," ujarnya.
Kenaikan juga terlihat di angka rerata pengeluaran wisatawan mancanegara per kedatangan (ASPA) sebesar USD1.267 atau lebih tinggi dari target USD1.220.
Devisa pariwisata juga bertumbuh, di mana pada 2025 diproyeksikan sebesar USD18,91 miliar atau setara Rp317,40 triliun, bertumbuh 13,17 persen dibandingkan pencapaian di 2024.
Berikutnya selisih kunjungan wisman dengan perjalanan wisatawan nasional adalah 6,22 juta di 2025 meningkat dibanding selisih di 2024 sebesar 4,94 juta.