Wisatawan bisa mendaftarkan diri melalui kontak person yang sudah disediakan oleh Profauna Indonesia. Mereka dibagi ke dalam satu kelompok dengan satu orang pemandu wisata. Satu wisatawan dikenakan biaya Rp250.000 jika pesertanya 4–8 orang, kemudian Rp350.000 jika jumlah pesertanya hanya dua orang.
"Satu harinya kuota maksimal delapan hari, dengan kegiatan dimulai pagi pukul 06.30–12.30. Wisatawan mendapat fasilitas yang didapat pemandu wisata, peralatan birdwatching, makan siang dan air minum," tuturnya.
Dalam sebulan, kegiatan wisata edukasi ini diikuti oleh 15 orang wisatawan. Mereka berasal dari berbagai kota seperti Malang, Surabaya, Sidoarjo, Tangerang dan Jakarta. Rentang usia yang ikut kegiatan yang terbilang masih jarang ini adalah antara 7–72 tahun.
Wisatawan ini diajak menelusuri hutan di kaki Gunung Arjuno, dengan dominasi vegetasi pohon pinus. Dengan didampingi oleh pemandu profesional, wisatawan dibawa merasakan sensasi trekking dengan medan tidak terlalu berat, sambil mengamati burung dengan menggunakan teropong binokular dan kamera khusus dengan rute sekitar 6 kilometer.
"Masyarakat lokal yang tinggal di tepi hutan kita libatkan dalam penyediaan makan bagi peserta, ada juga yang melakukan survei lokasi kegiatan birdwatching," ucap Rosek kembali.