sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Dari Uang Saku Menjadi Tabungan Masa Depan, Perjalanan Si Kembar Mengenal Keuangan Digital

Foto editor Yudistiro Pranoto
30/07/2026 06:48 WIB
Kisah keluarga Geri menjadi gambaran bahwa generasi muda selalu memiliki 1001 cata mengelola keuangan mereka.
Fizan mengoperasikan blu by BCA Digital
Fizan mengoperasikan blu by BCA Digital
Fizan mengoperasikan blu by BCA Digital Fizan mengoperasikan blu by BCA Digital Fizan mengoperasikan blu by BCA Digital

IDXChannel - Tidak ada yang menyangka rasa penasaran seorang remaja terhadap sebuah fitur di aplikasi blu by BCA Digital justru menjadi awal tumbuhnya kebiasaan menabung dalam satu keluarga. Bagi Geri (45), keputusan membukakan rekening digital banking untuk anak kembarnya, Fizan dan Mizan, semula hanya bertujuan mempermudah pengiriman uang saku. Namun perjalanan mereka membuktikan bahwa literasi keuangan bisa lahir dari pengalaman sederhana yang dekat dengan keseharian generasi muda.

Saat Fizan dan Mizan masih duduk di kelas IX SMP, Geri mulai mencari rekening yang mudah dibuka untuk anak di bawah 17 tahun. Setelah membandingkan berbagai pilihan, ia menjatuhkan pilihan pada blu by BCA Digital karena proses pembukaan rekening yang praktis tanpa memerlukan KTP anak. Syaratnya, orang tua terlebih dahulu memiliki rekening blu sebagai rekening pendamping. Sejak saat itu, setiap bulan Geri rutin mengirimkan Rp500.000 ke rekening masing-masing anak. "Saya pilih blu karena prosesnya mudah dan anak-anak belum punya KTP. Saya hanya gunakan rekening blu untuk mengirim uang bulanan kepada mereka," ujar Geri.

Setahun berlalu, kehidupan si kembar berubah. Fizan melanjutkan sekolah di Jakarta Selatan, sedangkan Mizan menempuh pendidikan di sebuah SMA berasrama di Kota Malang. Meski terpisah kota, kebiasaan sang ayah mengirimkan uang dengan nominal yang sama tidak pernah berubah. Bagi Geri, rekening miliknya hanya menjadi perantara transfer dengan saldo yang sengaja disisakan sekitar Rp10.000.

Di sisi lain, Fizan yang gemar mengeksplorasi aplikasi di telepon pintarnya menemukan fitur blusaving. Tanpa diminta siapa pun, ia mulai memindahkan sebagian uang bulanannya ke fitur tabungan tersebut. Dari Rp500.000 yang diterima setiap bulan, sekitar Rp350.000 ia sisihkan secara konsisten, sementara sisanya digunakan untuk membeli paket data dan kebutuhan sehari-hari. Kebiasaan kecil itu menjadi langkah awal membangun disiplin mengelola keuangan sejak usia muda.

Lebih dari setahun kemudian, Fizan dikejutkan oleh adanya tambahan saldo yang muncul secara rutin di rekeningnya. Ia pun menghubungi sang ayah. "Ayah, ini maksudnya apa ya di blu Fizan ada nominal mencurigakan," tanyanya, karena belum memahami bahwa dana tersebut merupakan bunga tabungan.

Geri ikut memeriksa rekening anaknya dan mengaku terkejut. Selama ini ia belum menyadari bahwa blusaving memberikan bunga hingga 3 persen per tahun, tanpa potongan terhadap bunga yang diterima setiap bulan. "Oh ternyata ini bunga dari blu, karena kamu sudah menabung," jelas Geri kepada putranya. Penjelasan sederhana itu langsung disambut wajah semringah Fizan yang baru memahami bahwa konsisten menabung dapat memberikan hasil nyata.

Momen tersebut menjadi pelajaran penting tentang literasi dan inklusi keuangan di lingkungan keluarga. Geri kemudian meminta Fizan menjelaskan pengalaman itu kepada saudara kembarnya. Karena Mizan hanya diperbolehkan menggunakan telepon genggam pada akhir pekan sesuai aturan sekolah berasrama, penjelasan dilakukan melalui sambungan telepon pada hari Sabtu. Dari percakapan antarsaudara itu, Mizan mulai memahami manfaat menyimpan uang di bluSaving dan memutuskan mengikuti kebiasaan kakaknya.

Tak lama kemudian, Mizan yang sempat menggunakan rekening bank daerah karena ketentuan sekolah justru meminta ayahnya kembali mengirim uang bulanan melalui blu. "Kirim ke blu aja, Yah," ujarnya. Baginya, rekening bukan lagi sekadar tempat menerima kiriman uang, tetapi juga sarana belajar mengelola tabungan secara mandiri.

Menariknya, perubahan tidak hanya terjadi pada kedua remaja tersebut. Geri justru ikut mengubah kebiasaan finansialnya setelah mendapatkan informasi dari Fizan. Sang ayah mulai memanfaatkan fitur bluSaving untuk menyimpan dananya sendiri. Pengalaman ini menunjukkan bahwa transformasi digital banking bukan hanya menghadirkan kemudahan bertransaksi, tetapi juga membuka ruang belajar yang dapat mengalir dua arah, dari orang tua kepada anak, maupun sebaliknya.

Kisah keluarga Geri menjadi gambaran bahwa generasi muda selalu memiliki 1001 cata mengelola keuangan mereka. Dengan dukungan teknologi yang mudah diakses, kebiasaan menabung dapat tumbuh dari rasa ingin tahu, berkembang menjadi pemahaman tentang bunga tabungan, lalu meluas menjadi budaya finansial dalam keluarga. Semangat "Tumbuh Bareng Kamu" terasa nyata ketika satu fitur sederhana mampu mendorong literasi dan inklusi keuangan, sekaligus menginspirasi orang tua dan anak untuk bertumbuh bersama menuju masa depan finansial yang lebih baik.

Advertisement
Advertisement