AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193

INDUSTRI TEKSTIL TERTEKAN KENAIKAN HARGA BAHAN BAKU DAN PRODUK IMPOR

IDX MARKET REVIEWS
M.Ilham Chatamy
Sabtu, 11 Juni 2022 08:10 WIB
Kinerja industri tekstil dan produk tekstil (TPT) pada Q1/2022 tumbuh dobel digit mencapai 12,45 persen (YoY).
INDUSTRI TEKSTIL TERTEKAN KENAIKAN HARGA BAHAN BAKU DAN PRODUK IMPOR.(SUMBER : IDX CHANNEL)

IDX CHANNEL- Kinerja industri tekstil dan produk tekstil (TPT) pada Q1/2022 tumbuh dobel digit mencapai 12,45 persen (YoY). Pertumbuhan dipicu penjualan dalam negeri yang meningkat tajam memanfaatkan momen Hari Raya Idul Fitri dan investasi baru dalam rangka penambahan kapasitas produksi dari hulu sampai hilir.

Meski demikian, pelaku industri TPT di tanah air belum bisa tidur nyenyak, sebab masih menghadapi ancaman terkait kondisi ekonomi global yang terdampak perang Rusia-Ukraina. Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (Apsyfi) menyebutkan, perang yang memicu krisis energi terutama kenaikan harga minyak dunia, membuat bahan baku utama polyester yaitu PTA menjadi USD850 per ton. Harga PTA sebelumnya sekitar USD600 per ton.

Tantangan berikutnya adalah kebijakan Kementerian Perdagangan yang membuka kembali keran impor produk tekstil untuk importir umum (API-U), dengan alasan memenuhi kebutuhan bahan baku Industri Kecil Menengah (IKM) di dalam negeri. Padahal,  asosiasi mengklaim dalam tiga kuartal terakhir terbukti mampu mensuplai bahan baku, dimana puncak permintaan terjadi pada Q1/2022.

Video Populer
link copied to clipboard