AALI
8900
ABBA
230
ABDA
7075
ABMM
845
ACES
1415
ACST
252
ACST-R
0
ADES
1915
ADHI
1005
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1315
AGAR
422
AGII
1125
AGRO
1135
AGRO-R
0
AGRS
470
AHAP
68
AIMS
380
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3200
AKSI
535
ALDO
930
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
382
Market Watch
Last updated : 2021/06/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
482.65
-0.44%
-2.14
IHSG
6095.50
-0.2%
-12.04
LQ45
901.64
-0.42%
-3.77
HSI
28842.13
0.36%
+103.25
N225
28948.73
-0.03%
-9.83
NYSE
0.00
-100%
-16620.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,188
Emas
866,552 / gram

15 Tahun Siaran di MNC Trijaya FM, Doudy Pamit dengan Rasa Bangga

INSPIRATOR
Tim IDXChannel
Rabu, 09 Juni 2021 09:01 WIB
Penyiar radio pernah jadi pekerjaan idola pada jamannya. Dengan kemampuan vokal yang baik, seorang penyiar radio mampu mempengaruhi pendengarnya.
15 Tahun Siaran di MNC Trijaya FM, Doudy Pamit dengan Rasa Bangga. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Penyiar radio pernah jadi pekerjaan idola pada jamannya. Dengan kemampuan vokal yang baik, seorang penyiar radio mampu mempengaruhi pendengarnya hanya bermodalkan suara dan materi yang dibawakan. 

Hal ini tentu yang jadi salah satu motivasi penyiar kondang Doudy Joun Tatipang, yang sudah sejak 20 tahun lalu mengawali kariernya sebagai jurnalis radio. Bergabung sejak tahun 2005, tahun ini merupakan tahun terakhir Doudy mengudara bersama MNC Trijaya FM.

Kiprahnya di dunia jurnalistik sudah cukup tinggi. Doudy pernah mewawancarai berbagai macam kalangan, mulai dari orang biasa hingga presiden sekalipun.

“Trijaya zaman dulu itu kan jadi barometer radio dewasa dan profesional, yang segmented banget waktu itu,” ujar Doudy saat wawancara dengan MNC Trijaya FM (8/6/2021).

Saat ditanya mengapa mengakhiri kiprahnya dalam dunia radio, Doudy menyatakan ingin mengejar cita-cita masa kecilnya yang sempat ingin menjadi insinyur pertanian. Untuk itu dirinya memutuskan untuk balik ke kampung halaman di Manado, dan ingin punya perternakan dan perkebunan sendiri. Sementara Doudy mengungkapkan masih akan kembali ke dunia radio, tetapi belum dalam waktu dekat ini.

“Ada rencana ke depan untuk mencoba peruntungan di bidang lain sebelum usia pensiun. Sekarang lagi tertarik ke ‘farm’, pengen punya perkebunan dan peternakan,” ujarnya. 

Selain itu, Doudy juga membagikan pengalaman paling berkesan selama jadi penyiar radio. Waktu itu ada WNI yang akan dihukum mati di Malaysia, di awal pemerintahan Presiden SBY. Doudy bergegas mewawancarai orang tua WNI dan menanyakan harapannya.

Orang tua WNI tersebut berpesan kepada Presiden SBY yang pada saat itu ingin melakukan kunjungan ke Malaysia, untuk menemui anaknya yang akan dihukum mati.

Saat itu tersiar kabar Presiden SBY sudah punya agenda lain. Namun, Mensesneg yang saat itu menjabat, Sudi Silalahi tiba-tiba mengabari Doudy karena mendengar wawancara yang dilakukannya dengan orang tua WNI yang akan dihukum mati. Sudi bilang sudah menyampaikan pesannya pada pak Presiden. Akhirnya hukuman matinya berhasil digagalkan.

Menurut Doudy, menjadi penyiar radio merupakan pengalaman yang sangat berkesan dan membanggakan. Sejak peristiwa itu, dirinya merasa walaupun skala radio tidak sebesar televisi, tapi punya dampak yang luar biasa signifikan.

“Secara gak sadar, kadang-kadang pejabat-pejabat itu denger kita juga, jadi apa yang kita bahas jadi perhatian mereka juga,” ujarnya

Terakhir, Doudy memberikan pesan pada rekan-rekannya di Trijaya. Doudy merasa senang bisa punya tim yang solid serta lingkungan kerja yang menyatu.

“Yang pasti buat MNC Trijaya semoga tetap maju, pendengarnya tambah banyak, iklannya tambah banyak, tetap konsisten dan karyawannya semua tetap happy dalam bekerja,” tutupnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD