3. Si Penjual Tempe
Cerita ini tentang kisah seorang penjual tempe, sebut saja dia dengan nama Hasan. Dia memiliki keluarga kecil yang sederhana dan tinggal bersamanya di kota.
Sedangkan ibunya tinggal di pedesaan yang jauh dari kota tempat ia tingga, jaraknya sekitar 2 hari perjalanan jika menggunakan sepeda.
Biasanya, sesekali, Hasan akan mengunjungi ibunya tersebut meskipun harus melewati perjalanan yang sangat jauh.
Suatu hari, Hasan mendapatkan kabar bahwa ibunya sedang terbaring sakit.
Ia pun segera mencari cara supaya ia tetap bisa bekerja mencari nafkah untuk anak dan istrinya, namun tetap bisa merawat ibunya yang sedang sakit tersebut.
Akhirnya, Hasan memilih untuk berjualan tempe yang ia buat dari rumahnya yang berada di kota, namun menjualnya di pasar desa tempat ibu Hasan tinggal.
Hasan akan membuat tempe mentah dari rumahnya, kemudian bersepeda sepanjang 2 hari menuju desa tempat ibunya tinggal.
Maka, apabila ia sudah sampai di desa ibunya, tempe-tempe yang sudah dibuat tersebut akan matang dan siap dijual.
Meskipun melelahkan, Hasan menjalani hari-harinya tersebut dengan senang hati sambil merawat ibunya yang sedang sakit.
Suatu ketika, tempe yang ia bawa dari kota tidak kunjung matang. Bahkan sampai di pasar desa pun, tempe-tempe tersebut masih belum matang.
Mendapati hal ini, Hasan pun merasa sedih dan sang ibu yang melihatnya sedang murung berkata, “Tidak apa-apa nak. Rezeki itu sudah diatur oleh Allah SWT. Ibu akan selalu mendoakan kamu”.
Beberapa saat kemudian, tiba-tiba seseorang dengan mobil yang mewah datang ke rumah Hasan.
Ternyata orang tersebut adalah pengusaha kaya raya yang hendak berpergian ke luar negeri dan membutuhkan tempe-tempe yang belum matang untuk di bawa ke sana.
Ternyata, Allah menjawab doa ibu Hasan yang tulus dan memberinya rezeki saat hari itu juga.
Ingatlah bahwa di balik setiap kesuksesan seorang anak, ada satu do’a ibunya telah dikabulkan oleh Tuhan.
Itulah penjelasan contoh inspiratif tentang ibu. Semoga informasi ini berguna bagi Anda dan menambah wawasan Anda. (MYY)