Gazan sudah bertekad, satu bulan setelah itu ia memulai usaha pertamanya dengan membuka warung pecel ayam. Namun, setelah enam bulan berjalan ia harus gulung tikar. Sebab penjualannya saat itu sangat sepi pembeli, sampai ia harus menggaji karyawan dengan uang pribadinya.
Gazan tidak putus asa, beberapa waktu setelahnya ia mendapat modal dari guru BPnya sebesar Rp2,5 juta, tentu saja ia sangat senang. Kemudian ia mulai membuka usaha ke-2 yaitu dengan berjualan risoles.
Namun karena terburu-buru membuka cabang, usahanya tutup lagi setelah dua bulan berjalan.
Kegagalan tersebut tidak menyusutkan niat Gazan untuk jadi seorang pebisnis. Dengan berbekal pengalaman dan ilmu yang ia pelajari dari berbagai sumber, Gazan memberanikan diri untuk membuka usahanya yang ke-3.
Pada 2013 akhir, dengan modal awal hanya Rp1 juta. Dulu Gazan membeli keripik dan berbagai macam bumbu yang kemudian ia campur sendiri. saat itu ia hanya menjual kepada teman-teman terdekatnya.