IDXChannel - PT Indika Energy Tbk (INDY) menjaga profitabilitas pada tahun lalu di tengah fluktuasi harga komoditas global. Perseroan membukukan laba bersih USD6,03 juta atau setara dengan Rp101 miliar, turun 38 persen dibanidngkan 2024 yang mencapai USD10,08 juta.
Sepanjang 2025, Indika Energy merealisasikan belanja modal (capex) sebesar USD139 juta. Sejalan dengan strategi diversifikasi, sebesar 95,4 persen atau USD132,6 juta dari total capex dialokasikan untuk sektor non-batu bara, terutama pengembangan proyek pertambangan emas Awak Mas dan ekspansi bisnis hijau.
“Di tengah dinamika pasar batu bara tahun 2025, Indika Energy tetap fokus pada efisiensi operasional dan mempercepat transformasi portofolio ke bisnis yang lebih berkelanjutan. Capaian laba bersih ini didukung oleh langkah strategis menurunkan beban biaya dan memperkuat fundamental keuangan,” kata Direktur Utama dan Group CEO Indika Energy, Azis Armand melalui keterangan resmi, Rabu (1/4/2026).
Pada tahun lalu, Indika Energy membukukan pendapatan sebesar USD2,03 miliar, turun 17 persen dibandingkan USD2,45 miliar pada tahun 2024. Penurunan pendapatan terutama disebabkan oleh menurunnya harga jual FOB batu bara rata-rata Kideco menjadi USD49,9 per ton dibandingkan USD53,9 per ton pada tahun sebelumnya.
Volume penjualan Kideco di tahun 2025 mengalami sedikit penurunan 0,9 persen menjadi 30,8 juta ton, di mana 12,8 juta ton di antaranya atau sebanyak 41,5 persen dialokasikan untuk kebutuhan dalam negeri, melebihi ketentuan 25 persen Domestic Market Obligation (DMO). Pendapatan Kideco turun 13 persen menjadi USD1,61 miliar dibandingkan USD1,85 miliar pada tahun 2024.