IDXChannel - PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mencatat penurunan kinerja keuangan pada 2025. Pendapatan usaha dan laba bersih emiten batu bara termal itu melemah.
Sepanjang tahun laku, pendapatan AADI tercatat turun 4,3 persen dari USD5,2 miliar menjadi USD4,91 miliar atau setara dengan Rp80,9 triliun Sementara itu, laba bersih perseroan anjlok 37 persen menjadi USD760,2 juta atau setara dengan USD12,5 triliun.
Pendapatan AADI ditopang oleh penjualan batu bara 68,73 juta ton (+6 persen) dengan produksi 65,82 juta ton (+4 persen). Pengupasan lapisan penutup naik 2 persen menjadi 291,74 juta bcm.
Pada 2026, perseroan membidik penjualan 71,94 juta ton dan produksi 65,82 juta ton dengan penyesuaian RKAB.
Pada 2025, AADI mengirimkan 71 persen batu bara untuk PLTU dan 29 persen sisanya ke industri semen dan lain-lain. Penjualan batu bara terbesar masih di dalam negeri (25 persen), diikuti India (18 persen), dan China (15 persen).