Laba bruto AADI pada 2025 tercatat USD1,26 miliar, turun 14 persen secara tahunan dengan penurunan margin dari 27,5 persen menjadi 25,7 persen.
Sementara EBITDA juga terkoreksi 27 persen menjadi USD1,18 miliar. Margin EBITDA turun dari 31 persen pada 2024 menjadi 24 persen di 2025.
Adapun laba bersih turun 37 persen menjadi USD849 juta. Penurunan EBITDA dan laba bersih juga disebabkan oleh hilangnya pendapatan nonoperasional atas keuntungan penjualan saham senilai USD323 juta yang terjadi pada 2024.
Meski melemah akibat turunnya harga jual batu bara, kinerja AADI pada kuartal IV-2025 tercatat naik. Hal tersebut merupakan dampak dari harga batu bara 6000 NAR Newcastle meningkat pada akhir tahun didorong oleh ekspektasi cuaca yang lebih dingin, inventori gas Eropa yang turun lebih cepat, dan meningkatnya risiko geopolitik di samping rencana pengurangan kuota batu bara nasional.
Aset AADI turun 5 persen menjadi USD5,71 miliar dengan liabilitas turun 22 persen menjadi USD2,06 miliar. Kas dan setara kas lebih rendah 22 persen menjadi USD925 juta.
(Rahmat Fiansyah)