Anak-anak perusahaan Indika Energy lainnya seperti Indika Indonesia Resources (IIR) dan Tripatra juga mencatat penurunan pendapatan. Pendapatan IIR menurun 61 persen menjadi USD75,2 juta disebabkan oleh menurunnya kontribusi dari perdagangan batu bara, dan masih tercatatnya pendapatan dari Multi Tambangjaya Utama (MUTU) hingga Februari 2024.
Di tahun 2025, volume penjualan IIR menurun 76,3 persen menjadi 0,9 juta ton. Sementara itu, volume penjualan dari perdagangan non-batu bara meningkat secara signifikan sebesar 4.241 persen menjadi 0,5 juta ton.Di tahun 2025, IIR mulai mengembangkan perdagangan non-batu bara, termasuk bauksit, silika, dan nikel.
Tripatra juga mencatat penurunan pendapatan 3,1 persen menjadi USD242,8 juta, disebabkan oleh lebih rendahnya pendapatan yang dicatat pada tahun 2025, seiring dengan mendekatinya penyelesaian beberapa proyek seperti CSTS BP Tangguh, AGPA Refinery Complex (Posco), ABG Tahap 1 di Akasia Bagus field. Hal ini sebagian diimbangi oleh kontribusi pendapatan dari beberapa proyek baru pada tahun 2025, seperti APA Geng North Project.
(Rahmat Fiansyah)