sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Indika Energy (INDY) Raup Laba Bersih Rp101 Miliar pada 2025, Turun 38 Persen

Market news editor Rahmat Fiansyah
01/04/2026 15:27 WIB
PT Indika Energy Tbk (INDY) menjaga profitabilitas pada tahun lalu di tengah fluktuasi harga komoditas global.
PT Indika Energy Tbk (INDY) menjaga profitabilitas pada tahun lalu di tengah fluktuasi harga komoditas global. (Foto: Ist)
PT Indika Energy Tbk (INDY) menjaga profitabilitas pada tahun lalu di tengah fluktuasi harga komoditas global. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Indika Energy Tbk (INDY) menjaga profitabilitas pada tahun lalu di tengah fluktuasi harga komoditas global. Perseroan membukukan laba bersih USD6,03 juta atau setara dengan Rp101 miliar, turun 38 persen dibanidngkan 2024 yang mencapai USD10,08 juta.

Sepanjang 2025, Indika Energy merealisasikan belanja modal (capex) sebesar USD139 juta. Sejalan dengan strategi diversifikasi, sebesar 95,4 persen atau USD132,6 juta dari total capex dialokasikan untuk sektor non-batu bara, terutama pengembangan proyek pertambangan emas Awak Mas dan ekspansi bisnis hijau.

“Di tengah dinamika pasar batu bara tahun 2025, Indika Energy tetap fokus pada efisiensi operasional dan mempercepat transformasi portofolio ke bisnis yang lebih berkelanjutan. Capaian laba bersih ini didukung oleh langkah strategis menurunkan beban biaya dan memperkuat fundamental keuangan,” kata Direktur Utama dan Group CEO Indika Energy, Azis Armand melalui keterangan resmi, Rabu (1/4/2026).

Pada tahun lalu, Indika Energy membukukan pendapatan sebesar USD2,03 miliar, turun 17 persen dibandingkan USD2,45 miliar pada tahun 2024. Penurunan pendapatan terutama disebabkan oleh menurunnya harga jual FOB batu bara rata-rata Kideco menjadi USD49,9 per ton dibandingkan USD53,9 per ton pada tahun sebelumnya. 

Volume penjualan Kideco di tahun 2025 mengalami sedikit penurunan 0,9 persen menjadi 30,8 juta ton, di mana 12,8 juta ton di antaranya atau sebanyak 41,5 persen dialokasikan untuk kebutuhan dalam negeri, melebihi ketentuan 25 persen Domestic Market Obligation (DMO). Pendapatan Kideco turun 13 persen menjadi USD1,61 miliar dibandingkan USD1,85 miliar pada tahun 2024. 

Anak-anak perusahaan Indika Energy lainnya seperti Indika Indonesia Resources (IIR) dan Tripatra juga mencatat penurunan pendapatan. Pendapatan IIR menurun 61 persen menjadi USD75,2 juta disebabkan oleh menurunnya kontribusi dari perdagangan batu bara, dan masih tercatatnya pendapatan dari Multi Tambangjaya Utama (MUTU) hingga Februari 2024.

Di tahun 2025, volume penjualan IIR menurun 76,3 persen menjadi 0,9 juta ton. Sementara itu, volume penjualan dari perdagangan non-batu bara meningkat secara signifikan sebesar 4.241 persen menjadi 0,5 juta ton.Di tahun 2025, IIR mulai mengembangkan perdagangan non-batu bara, termasuk bauksit, silika, dan nikel.

Tripatra juga mencatat penurunan pendapatan 3,1 persen menjadi USD242,8 juta, disebabkan oleh lebih rendahnya pendapatan yang dicatat pada tahun 2025, seiring dengan mendekatinya penyelesaian beberapa proyek seperti CSTS BP Tangguh, AGPA Refinery Complex (Posco), ABG Tahap 1 di Akasia Bagus field. Hal ini sebagian diimbangi oleh kontribusi pendapatan dari beberapa proyek baru pada tahun 2025, seperti APA Geng North Project. 

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement