IDXChannel - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN bakal memodifikasi atau retrofit seluruh pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) supaya mampu menggunakan batu bara kalori rendah. Langkah ini menjadi bagian dari strategi mitigasi risiko atas terjadinya pemadaman bergilir di sejumlah wilayah di Indonesia, terutama Jawa dan Sumatera.
PLN menyatakan, pemadaman bergilir yang terjadi beberapa waktu lalu karena PLTU kekurangan pasokan batu bara kalori menengah-tinggi. Kini, pasokan kembali normal sehingga pemadaman bergilir sudah tidak terjadi lagi sejak akhir Juni 2026.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan, produksi batu bara dengan kalori tinggi yang selama ini menjadi pemasok PLTU mulai berkurang. Sementara ketersediaan batu bara kalori rendah justru melimpah. Masalahnya, banyak PLTU yang saat ini tidak kompatibel menggunakan batu bara kalori rendah.
"Untuk itu, kami juga melakukan adjustment (penyesuaian) terhadap pembangkit-pembangkit kami, yang tadinya menggunakan batu bara dengan kalori menengah-atas bisa menggunakan batu bara dengan kalori low rank (kalori rendah)," ujarnya dalam RDP Bersama Komisi XII DPR RI, Kamis (2/7/2026).
Darmawan mengungkapkan, penyesuaian sudah dilakukan PLTU Suralaya 6 dan 7 telah berhasil mampu melakukan penyesuaian agar mampu menggunakan batu bara berkalori rendah. Padahal, pembangkit ini sebelumnya mengonsumsi batub ara dengan kalori tinggi antara 4.600-4.800 kkal/kg di tengah pasokan yang menipis.