"Nah suksesnya retrofit di (PLTU) Suralaya 6 dan 7 saat ini langsung kami melakukan kajian kelayakan proyek di seluruh pembangkit PT PLN Persero,"katanya.
Darmawan menyebut, pekerjaan retrofit PLTU ini sudah masuk dalam rencana kerja perseroan dalam 5 tahun mendatang. Diharapkan PLTU ke depannya mampu menggunakan batu bara dengan kalori rendah, namun memiliki emisi gas buang yang tetap rendah.
Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo menambahkan, saat ini banyak PLTU di Indonesia yang sudah berumur tua. Sejak dibangun pada masa lalu, PLTU tersebut belum dirancang untuk menggunakan batu bara dengan kalori rendah.
"Kita akan memperbaiki peralatan-peralatannya, karena mau tidak mau teknologi itu kan harus beradaptasi, karena dulu kan pembangkit kita didesain untuk konsumsi yang kalori tinggi, sedangkan sekarang batu bara kalori tinggi sudah menipis, mau tidak mau harus adaptasi," kata Rizal.
(Rahmat Fiansyah)