Keindahan dari jenama Rasane Vera ini terletak pada jalinan kemitraan yang hangat bersama masyarakat lokal. Tidak berjalan sendirian, PT Mount Vera Sejati merangkul lebih dari 125 petani kecil di atas lahan yang membentang sekitar dua hektare.
Dari tangan terampil para petani mitra inilah, pelepah-pelepah lidah buaya segar dipanen dengan penuh kepedulian, menghubungkan sumber daya alam perdesaan dengan rantai nilai bernilai tinggi. Pemberdayaan masyarakat ini bergerak lebih jauh.
“Rasane Vera membentuk kelompok perempuan tani dan kami latih untuk mengolah dan menciptakan produk bernilai tambah lain, seperti dodol lidah buaya. Hasil karya tangan mereka kemudian kami serap untuk dijual di Aloe Land, sebuah kawasan agrowisata di bawah naungan PT yang sama. Ini menjadi penyemangat bagi warga untuk berkreasi menghasilkan produk unik dan inovatif hasil dari lidah buaya,” tutur Alan.
Setiap jengkal proses pengolahan lidah buaya di sini dirawat dengan standar dedikasi yang tinggi. Dimulai dari tahap persiapan melalui pemilahan pelepah secara teliti untuk mendapatkan grade terbaik, dilanjutkan dengan proses higienis yang menjaga standar dan nutrisi tanaman.
Seluruh operasionalnya turut menerapkan prinsip ekonomi sirkular, misalnya dengan mengolah bagian pelepah lidah buaya yang tidak terpakai menjadi pupuk organik dan eco-enzyme guna mengembalikan kebaikan ke tanah tempatnya tumbuh.