Berkenalan dengan petani lokal dari berbagai daerah membuat perusahaan ini menyadari bahwa kekayaan kakao Nusantara memiliki potensi yang dapat dikembangkan, baik untuk pasar dalam negeri maupun ekspor.
“Perusahaan mulai mengembangkan bisnis bahan baku kakao pada awal 2026. Langkah ini berangkat dari keinginan untuk membantu petani memperoleh nilai jual yang lebih baik atas hasil panen mereka. Selama ini, petani mendapatkan harga yang sangat minim setelah panen,” tambah Andri.
Berangkat dari kondisi tersebut, Coko Cacao Company mulai memasarkan biji kakao (cacao beans) serta beragam produk olahannya untuk memenuhi kebutuhan pelaku usaha (business-to-business/B2B).
Produk yang ditawarkan mencakup bubuk kakao (cacao powder), massa kakao (cacao mass), lemak kakao (cacao butter), kulit biji kakao (cacao husk), dan pecahan biji kakao (cacao nibs).
Produk-produk tersebut menyasar pelaku usaha yang membutuhkan bahan baku untuk mengembangkan produk cokelat sesuai kebutuhan masing-masing. Dengan menyediakan bahan baku dalam beberapa bentuk, Coko Cacao Company berupaya membuka lebih banyak pilihan pemanfaatan kakao bagi industri pengolahan.