AALI
9950
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1515
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1675
ADHI
1065
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1185
AGAR
448
AGII
1190
AGRO
1005
AGRO-R
0
AGRS
320
AHAP
77
AIMS
284
AIMS-W
0
AISA
288
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
456
AKRA
3130
AKSI
800
ALDO
675
ALKA
238
ALMI
226
ALTO
326
Market Watch
Last updated : 2021/04/16 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
483.36
-0.1%
-0.50
IHSG
6086.26
0.11%
+6.76
LQ45
907.67
-0.08%
-0.77
HSI
28969.71
0.61%
+176.57
N225
29642.69
0.07%
+21.70
NYSE
16116.85
0.73%
+116.70
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,643
Emas
831,440 / gram

Cerita Bos BCA Berjuang Hadapi Covid dan Raup Untung Rp27 Triliun

INSPIRATOR
Hafid Fuad/Koran Sindo
Selasa, 09 Februari 2021 09:35 WIB
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) harus berjuang agar tetap bisa untung ditengah pandemi, apalagi cukup banyak karyawannya yang meninggal akibat covid-19.
Cerita Bos BCA Berjuang Hadapi Covid dan Raup Untung Rp27 Triliun (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Industri perbankan nasional menghadapi tekanan besar sejak pandemi virus Covid-19. Termasuk PT Bank Central Asia Tbk (BCA), yang harus berjuang agar tetap bisa untung ditengah pandemi, apalagi cukup banyak karyawannya yang meninggal akibat virus ini.

Bank BCA melakukan perjuangan berat demi melayani pembiayaan dan menopang pertumbuhan ekonomi nasional di masa pandemi covid19 tahun 2020. Pengorbanan perseroan mulai dari biaya yang harus dikeluarkan hingga karyawan yang meninggal. 

Presiden Direktur Bank BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan sepanjang pandemi covid19 pihaknya harus menanggung biaya tidak kecil karena perseroan memiliki 24 ribu lebih karyawan. Dari jumlah tersebut terdapat puluhan karyawan yang dirawat karena terkena covid19.

“Jumlah karyawan yang meninggal ada 18 orang karena covid19," ujar Jahja dalam webinar yang digelar Bank BCA di Jakarta, Selasa (9/2/2021)

Dia juga mengatakan selama pandemi terdapat biaya yang bisa dihemat karena terbatasnya aktivitas fisik. Tapi di sisi lain ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan. Seperti untuk pembelian masker, vitamin, susu, hingga perawatan karyawan. "Ini biaya yang harus kami tanggung," ujarnya.

Sejak awal mula pandemi, BCA telah mengambil berbagai langkah untuk melindungi karyawan dan nasabah dari imbas pandemi COVID-19. Inisiatif tersebut termasuk ozonisasi disinfektan secara berkala, menegakkan disiplin protokol kesehatan, mendukung kebijakan work-from-home dari Pemerintah, menerapkan pembagian operasional kerja (split operation), pemasangan terminal hand sanitizer, penerapan penilaian mandiri atas risiko COVID-19 bagi karyawan dan pengunjung, dan menyelenggarakan edukasi bagi karyawan secara virtual. 

Untuk komunitas, program CSR BCA melalui “Bakti BCA” menyediakan bantuan sosial, donasi alat kesehatan, dan kebutuhan dasar masyarakat. BCA selalu menjunjung tinggi nilai-nilai untuk menjadi responsible corporate citizen.

Seperti diketahui, BCA mencatat laba bersih secara year on year menjadi Rp 27,1 triliun hingga akhir Desember 2020. Nilai itu turun 5,0 persen dibandingkan laba bersih 2019 yang sebesar Rp 28,6 triliun. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD