AALI
9625
ABBA
226
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
785
ACST
169
ACST-R
0
ADES
7600
ADHI
820
ADMF
8075
ADMG
173
ADRO
2940
AGAR
324
AGII
2050
AGRO
730
AGRO-R
0
AGRS
123
AHAP
57
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
150
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1060
AKSI
290
ALDO
845
ALKA
298
ALMI
292
ALTO
202
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.37
-0.76%
-4.09
IHSG
6974.67
-0.59%
-41.39
LQ45
1003.31
-0.73%
-7.42
HSI
21999.91
-1.03%
-229.61
N225
26830.69
-0.15%
-40.58
NYSE
14835.30
0.16%
+23.75
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,799
Emas
868,113 / gram

Gurita Bisnis Hermanto Tanoko, Belajar Investasi dari Kecil dan Jadi Orang Terkaya ke 39 di RI

INSPIRATOR
Shifa Nurhaliza
Jum'at, 17 Juni 2022 13:33 WIB
Gurita bisnis Hermanto Tanoko pemilik bisnis cat Avian memang sangat menarik perhatian.
Gurita Bisnis Hermanto Tanoko, Belajar Investasi dari Kecil dan Jadi Orang Terkaya ke 39 di RI. (Foto:Gurita Bisnis Hermanto Tanoko)
Gurita Bisnis Hermanto Tanoko, Belajar Investasi dari Kecil dan Jadi Orang Terkaya ke 39 di RI. (Foto:Gurita Bisnis Hermanto Tanoko)

IDXChannel - Gurita bisnis Hermanto Tanoko pemilik bisnis cat Avian memang sangat menarik perhatian. Bisnis Hermanto diketahui telah berkembang menjadi lebih dari 100 merek dan dikelola oleh 36 unit bisnis dengan lebih dari 10.000 karyawan di Surabaya. Menurut data Forbes, keluarga Hermanto bernilai USD700 miliar atau setara dengan Rp98 triliun pada 2020 dan merupakan orang terkaya ke-39 di Indonesia.
 
Hermanto Tanoko lahir dalam keluarga yang sangat sederhana di Malang. Padahal, Hermanto lahir di kandang ayam tua saat lahir. Ayah dan ibunya bekerja keras untuk menghidupi keluarga mereka. Saat itu ayahnya berdagang hasil panen yang lebih kecil dan ibunya berdagang gerombolan untuk menambah penghasilan keluarga.

Hermanto saat ini mengendalikan gurita bisninya melalui Tan Corp Group. Perusahaan induk ini mempekerjakan lebih dari 15.000 orang. Kekayaan Hermanto sudah mencapai miliaran. Sejak kecil, Hermanto diajari membeli produk yang harganya naik. 

Hermanto terus belajar ekonomi dan investasi. Pada usia delapan tahun, Hermanto diundang ke toko cat milik ayahnya. Hermanto pun mulai membantu ayahnya. Pada usia 14 tahun, Hermanto diberi apotek. Naluri bisnis Hermanto terus menajam. Dia membeli obat-obatan dari PBF dengan uang tunai. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD