AALI
9325
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2410
ACES
735
ACST
202
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
800
ADMF
8200
ADMG
176
ADRO
3150
AGAR
322
AGII
2250
AGRO
760
AGRO-R
0
AGRS
112
AHAP
106
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
157
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1165
AKSI
272
ALDO
755
ALKA
292
ALMI
302
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/16 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
541.49
1.15%
+6.13
IHSG
7133.45
0.57%
+40.18
LQ45
1016.36
1.05%
+10.57
HSI
19830.52
-1.05%
-210.34
N225
28868.91
-0.01%
-2.87
NYSE
0.00
-100%
-15804.38
Kurs
HKD/IDR 190
USD/IDR 14,725
Emas
840,925 / gram

Intip Kisah Sukses Sanawi, Lulusan SD yang Sukses Jadi Miliuner

INSPIRATOR
Mohammad Yan Yusuf
Senin, 01 Agustus 2022 11:53 WIB
Kisah sukses Sanawi menarik untuk dibahas, bagaimana tidak pria yang kini menjadi miliarder itu merupakan seorang lulusan SD.
Intip Kisah Sukses Sanawi, Lulusan SD yang Sukses Jadi Miliuner. (FOTO : channel YouTube Fariz Imaduddin)
Intip Kisah Sukses Sanawi, Lulusan SD yang Sukses Jadi Miliuner. (FOTO : channel YouTube Fariz Imaduddin)

IDXChannel - Kisah sukses Sanawi menarik untuk dibahas, bagaimana tidak pria yang kini menjadi miliarder itu merupakan seorang lulusan SD.

Ia berhasil mengembangkan es krim hingga sukses dan berkembang besar. Berasal dari keluarga kurang mampu, Sanawi mampu hidup sukses. 

Lalu apa saja kisah sukses Sanawi? Simak penjelasan yang dihimpun kami dari berbagai sumber tepercaya. 

Anak Pengembala Sapi

Sanawi sendiri merupakan pria desa yang lahir di Blora, Jawa Tengah pada 1974. Ia berasal dari keluarga kurang mampu. 

Ayah Sanawi merupakan pengembala sapi yang hidup pas-pasan, ia tidak bisa baca apalagi menulis. Kondisi ini tidak berbeda jauh dengan Sanawi. 

Ia sempat dituding tidak punya masa depan, mengingat hingga remaja, Sanawi hanya mengikuti penerus ayahnya, yaitu bergembala sapi milik tetangganya. 

Merantau ke Jakarta

Pada umur 16 tahun, Sanawi dan tetangganya merantau ke Jakarta. Bermodal Rp7.500 hasil penjualan ketela. Ia nekat merantau. 

Namun sesampai di Jakarta, ia malah ditinggal tetangganya, sembari bersedih dan menangis ia kemudian kembali pulang ke Blora. 

Tekad kuatnya menggelora mendorong dirinya kembali ke Jakarta ia merantau sendirian dan berhenti di Terminal Pulogadung. Sempat bekerja sebagai kuli bangunan namun rupanya Sanawi gagal.

Tak putus asa, ia lantas berkeliling ke beberapa pemukiman menawarkan jasa mengecat rumah. Selama di Jakarta, Sanawi tidur serampangan, emperan toko, mushola, hingga beberapa tempat lainnya ia lakukan untuk melepas lelah. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD