Setelah bekerja di Advanced Micro Devices, Jensen Huang pindah ke LSI Logic, sebuah perusahaan desain semikonduktor dan rekayasa perangkat lunak yang berupaya meningkatkan penyimpanan dan kecepatan jaringan di seluruh jaringan seluler, pusat data, dan komputasi profesional.
Pada ulang tahunnya yang ke 30 yakni pada 17 Februari 1993, Jensen Huang akhirnya mendirikan Nvidia Corporation bersama Chris Malachowsky dan Curtis Priem, dua mantan karyawan Sun Microsystems.
Huang dan rekan-rekannya mempunyai visi yang sama mengenai arah bisnis gelombang komputasi futuristik yang akan dibutuhkan di masa depan. Jensen Huang menjadi pendiri sekaligus CEO perusahaan ini sejak awal terbentuk. Perusahaan ini pun berhasil go public pada 1999 dan Huang memiliki sekitar 3% saham Nvidia.
Nvidia berhasil berkembang pesat hingga menjadi pemain utama dalam chip game komputer, pusat data, dan mobil otonom.
Dengan valuasi mencapai USD1,97 triliun atau setara Rp30.535 triliun, Nvidia pun kini menjadi perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar keempat di dunia, melampaui raksasa teknologi lain seperti Google dan Amazon.