Termasuk wilayah yang sering dianggap sulit dikunjungi seperti Korea Utara, Afghanistan, Rusia, hingga Suriah. Adapun keberhasilannya menjelajahi 197 negara juga mendapat pengakuan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada 16 Juli 2026 lalu.
Meski aktif bepergian ke berbagai negara, dr. Timothy mengaku tetap menjalankan tanggung jawabnya sebagai pemimpin perusahaan. Ia menyiasati bepergian di akhir pekan maupun libur panjang agar tidak mengganggu aktivitas pekerjaan.
“Mulai dari mencuri waktu di akhir pekan atau libur panjang, hingga terbang di Jumat malam dan pulang kembali di Minggu sore agar langsung dapat bekerja di Senin pagi. Namun, saya sangat menikmati dan mensyukurinya,” ujarnya.
Setelah menuntaskan perjalanan ke seluruh negara berdaulat, dr. Timothy kini memiliki target baru. Ia ingin mengunjungi seluruh provinsi di Indonesia dan menjadi orang Indonesia pertama yang menaiki 200 maskapai penerbangan berbeda di dunia.
Saat ini, ia mengaku masih harus mengunjungi enam provinsi di Indonesia, terutama di wilayah Papua, dan menaiki delapan maskapai lagi untuk mewujudkan target tersebut.
(Nadya Kurnia)